Bubarkan Ideologi Kapitalis di Kampus Ini

Mahasiswa Universitas Brawijaya saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus.
Sumber :

Di sisi lain, tindakan-tindakan represif juga dilancarkan dalam proses pendidikan yang ada di UB. Seperti halnya, diskusi-diskusi mahasiswa yang kerap kali dibubarkan dan represivitas terhadap salah satu ideologi. Padahal kampus merupakan tempat individu mencari kebebasan untuk berpikir, bertindak, dan berserikat, tidak boleh adanya pengekangan.

Untuk itu, perlu adanya dobrakan terhadap petinggi-petinggi kampus biru untuk mengubah sistem pendidikan ke arah yang humanis dan non-represif. Oleh karena itu, dari berbagai permasalahan tersebut, kami menuntut pihak universitas, terutama rektor beserta jajarannya untuk mengurai benang permasalahan tersebut. Berikut tuntutan kami:

Menolak PTN-BH, menghentikan pembangunan gedung dan pengadaan fasilitas-fasilitas yang tidak jelas (bongkar pasang gedung dan paving/jalan), menindaklanjuti kebijakan dan dana pengadaan stiker kendaraan, memberikan kebebasan berekspresi, berserikat, dan berpikir (hentikan represivitas terhadap suatu ideologi), perluasan lahan parkir dan pengurangan penerimaan mahasiswa, seleksi ketat pada penerima beasiswa, dan tiap permasalahan per fakultas terlampir

“Maka dari itu, kami mahasiswa UB mengharapkan rektor untuk mempertimbangkan dan menindaklanjuti tuntutan kami yang merupakan permasalahan bersama. Agar esensi pendidikan yang mencerdaskan, membebaskan, dan penggerak peradaban dapat terwujud, tanpa adanya komersialisasi di tengah buramnya pendidikan saat ini. Sehingga, kampus tercinta ini kembali pada keadaan yang waras, " ucapnya. (Tulisan ini dikirim oleh Yayan, mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang)