Melihat Langsung Ikan Dewa di Tanah Kuningan
Sesampainya di Cibulan, kami langsung disambut pembelian tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp20.000, anak-anak Rp10.000, dan tiket parkir sebesar Rp5.000. Termasuk harga yang terjangkau untuk bisa menikmati liburan bersama keluarga, teman, ataupun pasangan.
Sesampainya di depan pintu masuk wisata Cibulan, terlihat banyak kerumunan masyarakat untuk berlibur di sana. Di dalamnya, terdapat tiga kolam renang yang mempunyai kedalaman yang berbeda satu sama lain. Mulai dari 100 cm, 150 cm, hingga kedalaman 2 meter.
Di dalam kolam-kolam tersebutlah Ikan-ikan Dewa berenang bebas. Seakan-akan berteman dan tidak takut oleh orang-orang yang berenang. Saya bertanya kepada salah satu pawang Ikan Dewa, Pak Mamat. Ia sudah 10 tahun menjadi pawang Ikan Dewa. “Saya mah baru 10 tahun jadi pawang ikan di sini,” ujarnya.
Pak Mamat menceritakan asal-usul kenapa ikan tersebut diberi nama Ikan Dewa. Berawal dari kisah Prabu Siliwangi yang memerintah pada zaman dahulu di tanah Pasundan. Prabu Siliwangi kala itu memerintah dengan adil dan bijaksana. Sehingga hampir semua prajurit dan para pembantunya tunduk dan menghormatinya.
Namun, tidak ada gading yang tak retak. Begitupun dengan Prabu Siliwangi. Walaupun sudah memerintah secara adil, masih ada saja prajurit yang tidak suka terhadap Prabu Siliwangi. Singkat cerita, dikutuklah prajurit-prajurit yang membangkang tersebut menjadi ikan. Konon, ikan-ikan tersebut adalah ikan yang sekarang berada di Wisata Cibulan.
Pak Mamat menuturkan, tidak ada satupun yang berani mengambil ikan ini. “Dulu, pernah ada kejadian ketika ada orang yang berani mengambil ikan buat dipelihara di rumahnya. Tapi, tiba-tiba yang mengambil meninggal besoknya, dan ikan itu kembali sendiri,” tuturnya. Sejak kejadian itulah orang-orang yang datang mengujungi Wisata Cibulan takut untuk mengambil Ikan Dewa.
Warna air yang membiru, mengajak saya untuk berenang bersama Ikan Dewa yang menjadi ikon Kota Kuningan ini. Tempat wisata ini pun sudah dilengkapi tempat bilas dan berganti baju, serta tempat kuliner.
Saat itu, tempat Wisata Cibulan dipenuhi lautan manusia yang datang dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Desi, yang jauh-jauh datang dari Lampung bersama keluarga hanya untuk sekadar ingin melihat langsung Ikan Dewa.