Kenali Jenis Batuk dan Pilek pada Anak

Kenali tanda batuk pada anak
Sumber :
  • vstory

VIVA.co.id – Batuk dan pilek merupakan masalah yang sering muncul pada anak-anak. Mulai dari yang ringan sampai berat. Ada yang dapat sembuh sendiri hingga yang membutuhkan pengobatan khusus.

Batuk adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh pada saluran pernapasan sebagai respons tubuh apabila adanya lendir, makanan, debu, asap, dan lain-lain. Berdasarkan waktu, batuk dibagi menjadi batuk akut yang terjadi kurang dari 14 hari dan batuk kronis yang terjadi lebih dari 14 hari atau selama 3 bulan berturut-turut.

Batuk dapat disertai dengan pilek dan tanpa pilek. Pilek adalah kondisi pada hidung yang mengeluarkan ingus atau lendir. Mulai kental hingga cair, sesekali hingga terus-menerus. Lendir itu berfungsi untuk menjaga kelembapan saluran napas dan mencegah kotoran, debu-debu, dan kuman masuk ke paru-paru.

Gejala yang timbul berupa gangguan di saluran pernapasan. Gejala umum yang sering muncul adalah batuk, pilek, hidung tersumbat, bernapas lewat mulut, demam, serta dapat juga terjadi napas cepat, tarikan dinding dada, suara mengorok hingga terdengar suara mengi atau ngik-ngik.

Anak-anak rentan terhadap penyakit batuk pilek. Biasanya tertular dari orang yang ada di sekitarnya. Pada umumnya batuk pilek ini disebabkan oleh virus yang dapat sembuh sendiri dan hanya memerlukan perawatan suportif. Dalam hal ini antibiotik tidak diperlukan.

Dalam beberapa kondisi, misalnya apabila dicurigai penyebabnya adalah bakteri, diperlukan terapi antibiotik. Untuk mengatasinya Anda tidak perlu khawatir. Anda tetap berikan makan dan minum pada anak, perhatikan dan awasi adanya napas cepat atau kesulitan bernapas.

Anak dengan batuk pilek cukup rawat jalan. Jangan lupa bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Anak dapat diberikan obat penurun panas jika demam dan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Selain itu, jangan lupakan juga asupan nutrisi yang seimbang.

Apabila batuk tidak kunjung sembuh, segera bawa anak Anda ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter Anda akan mempertimbangkan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah, dahak, rontgen, dan lain-lain untuk dapat menentukan penyebab dan pengobatan anak Anda selanjutnya.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.