Mengenang Masa Kecil, Apa Kalian Masih Ingat dengan Permainan Ini?

Beberapa anak sedang main gerobak
Sumber :
  • vstory

VIVA – Terkadang ketika kita melihat anak-anak kecil kita akan merasa senang dan membayangkan masa kecil kita yang indah. Hal itu memang tidak dapat dipungkiri karena masa kecil merupakan masa -masa yang penuh dengan canda tawa dan kebersamaan.

Kita semua pasti merasa rindu dengan masa-masa dulu karena waktu itu belum ada anak-anak yang memegang handphone disebabkan karena takut dimarahi orang tua. Sehingga kita sering berinteraksi dengan teman nyata. Tidak seperti sekarang yang selalu menyibukan diri berselancar di dunia maya dan menghiraukan teman yang berada di sekitar kita.

Banyak juga atau bahkan menjadi mayoritas orang yang menyatakan bahwa masa kecil merupakan masa yang tidak terlalu disibukan dengan berpikir keras. Karena beban terberat hanyalah PR Matematika. Tidak seperti sekarang banyak beban pikiran yang harus dihadapi.

Bagi para remaja, mereka disibukkan dengan orang yang belum tentu menjadi jodoh mereka. Bagi para orang tua, mereka disibukkan dengan beban rumah tangga yang berat. Dan bagi para anak-anak, mereka sekarang disibukkan dengan bermain gadget.

Untuk bernostalgia dengan masa-masa kecil kita, mari kita bersama-sama menguraikan beberapa permainan tradisional yang hampir punah. Berikut beberapa permainan masa kecil yang akan membuat kita bernostalgia

1.Petak Umpet

Siapa sih yang tidak tahu dengan permainan ini. Permainan yang dulu sering dimainkan kapanpun dan dimanapun terlebih pada malam hari. Cara bermainnya sangat mudah. Yaitu satu anak ditugaskan untuk menjaga tiang dan berhitung sampai teman yang lain sembunyi, kemudian sang penjaga harus mencari temannya yang sembunyi

2. Singkongan dan Hong-hongan

Mungkin semua agak bingung dengan permainan ini, yang memang biasanya di daerah karesidenan Banyumas (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara) menyebutnya begitu, entah dari mana asal usulnya. Permainan ini mungkin ada di daerah pembaca namun dengan nama yang berbeda.

Singkongan dan hong-hongan adalah salah satu jenis permainan tradisional seperti petak umpet. Bisa dianggap dua permainan ini adalah cabang dari permainan petak umpet. Sedikit perbedaan permainan ini dengan petak umpet adalah dua permainan menggunakan alat untuk memainkannya.

Cara bermain permainan ini sangatlah mudah. Jika bermain singkongan, sang penjaga harus menjaga susunan kayu dan mencari temannya. Ketika sudah ketemu, penjaga harus menggunakan kodenya dengan mengatakan "singkong" diikuti dengan nama pemain contohnya seperti "singkong Adi".

Hong-hongan pun sama. Hanya saja penjaga harus menyusun kulit kelapa dan jika mencari teman yang bersembunyi diikuti kata hong. Satu hal lagi yang menarik dari permainan ini adalah anak yang sudah ketemu (korban) pasti mendambakan seorang penyelamat yang akan menghancurkan susunan kayu atau kulit kelapa tersebut sehingga korban tersebut bisa bersembunyi kembali.

3. Congklak atau Dakon

Congklak adalah sebuah permainan tradisional yang sejak lama sudah menjadi populer di Nusantara dan sudah menjadi salah satu permainan yang hampir punah. Karena anak-anak sekarang lebih suka bermain gadget. Jika di daerah Sunda atau Jawa Barat permainan ini disebut dengan congklak, di daerah Jawa permainan ini disebut dengan dakon.

Cara bermain permainan ini sangatlah mudah. Dibutuhkan dua orang pemain yang saling berhadapan. Pertama kita harus memasukan butiran-butiran congklak ke dalam lubang yang sudah disediakan. Kemudian pemain secara serentak mengambil butiran biji serta memasukannya satu-satu searah jarum jam ke lubang biji congklak dan menuju ke dalam lubang congklak besar yang berada di samping. Jika ada pemain yang berhenti pada lubang yang kosong atau tidak ada bijinya maka pemain tersebut dianggap mati

4. Dengklek atau Engklek

Permainan dengklek adalah salah satu permainan tradisional yang hampir jarang dimainkan oleh anak zaman sekarang karena terkikisnya zaman. Permainan engklek atau dengklekan biasanya diidentikan dengan permainan anak-anak perempuan. Tetapi nyatanya yang bermain dengklek bukanlah hanya perempuan saja tetapi juga anak laki-laki.

Permainan ini bisa dimainkan dengan banyak orang, baik sendirian maupun berkelompok. Cara bermainnya cukuplah mudah. Seorang pemain membuat lintasan dengklek berbentuk kotak kemudian melompat dengan satu kaki dengan catatan dilarang melompati kotak lintasan yang ada isinya baik milik sendiri maupun lawan.

5. Kelereng

Permainan kelereng sudah tidak asing lagi bagi kita. Jika permainan dengklek atau engklek diidentikan dengan permainan perempuan, begitupun permainan kelereng sering diidentikan dengan permainan laki-laki. Karena anak-anak yang sering bermain kelereng adalah anak laki-laki.

6. Loncat Tali

Loncat tali adalah salah satu permainan tradisional yang juga hampir jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Sesuai namanya yaitu loncat tali, permainan dilakukan dengan melompati tali yang diputar oleh pemain lawan dengan catatan tali tersebut tidak boleh mengenai tubuh dan membuat tali berhenti. Bagi saya permainan ini dapat melatih kecermatan kita. Karena kita bisa melihat peluang gagal dan tidaknya dalam permainan ini.

7. Layang-layang

Setiap musim panen atau musim kemarau pasti permainan ini selalu dimainkan baik oleh kaum laki-laki maupun kaum perempuan. Permainan layang-layang memiliki hiburan tersendiri bagi para anak kecil. Entah itu adu putus benang layangan, mengejar layangan putus dan lain sebagainya. Jujur saya sendiri dulu jarang bermain permainan ini.

Selain permainan tersebut, sebenarnya masih banyak sekali permainan masa kecil yang hampir punah karena tergerusnya zaman dan banyaknya smartphone. Seperti permainan engrang, panggal (sejenis permainan gasing), pencak lele, dos-dosan, bola bekel, gateng, balap karung, dan masih banyak lainnya.

Bagi saya, permainan tradisional sebenarnya lebih menyehatkan dibandingkan dengan permainan di gadget. Karena permainan tradisional mengharuskan kita untuk menggerakan seluruh tubuh, tidak hanya dengan jari.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.