Dua Kesepakatan Menteri Jokowi Soal Kecelakaan Konstruksi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) saat konferensi pers di kantornya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA – Tiga Menteri Kabinet Kerja melakukan pertemuan khusus membahas permasalahan kecelakaan konstruksi yang terjadi belakangan ini. Ini menyusul terjadinya kecelakaan konstruksi pagi hari tadi di Tol Becakayu, Jakarta Timur.

img_title Tiga Mobil Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, 8 Orang Luka-luka

Tiga Menteri itu adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Basuki selaku pemimpin rapat mengatakan, ada dua hal utama yang menjadi kesepakatan pertemuan itu. Pemerintah, ditegaskannya, akan fokus melakukan antisipasi supaya tidak terjadi lagi kecelakaan serupa di kemudian hari.

img_title Pengemudi Mobil Konvoi Sambil Zig-zag di Tol Becakayu, Kena Tegur Polisi

"Ini sudah keempat belas kalinya (kecelakaan) selama dua tahun ini. Maka kita perlu tindaklanjuti," kata Basuki usai rapat, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa 20 Februari 2018.

Kesepakatan pertama, lanjut Basuki, para Menteri sepakat menghentikan sementara pekerjaan-pekerjaan pembangunan infrastruktur dengan konstruksi elevated (layang).

img_title Tarif Tol Becakayu Naik Mulai 9 Agustus 2025, Catat Besarannya

"Sebetulnya kecelakaan pagi tadi tidak high tech amat tapi perlu kecermatan kedisiplinan. Sehingga kami melihat sementara ini pekerjaan yang dikerjakan di atas permukaan tanah atau bidang layang dihentikan sementara," kata Basuki.

Ia menegaskan, seluruh pekerjaan konstruksi, baik itu jembatan, tol layang, Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan berbagai konstruksi layang di seluruh Indonesia dihentikan sementara.

Sementara, untuk pembangunan jalan, baik untuk pengaspalan dan lain sebagainya masih terus berjalan.

"Kenapa sementara? Karena akan dievaluasi secara menyeluruh, desainnya, metodologi kerjanya, SOP-nya, SDM-nya, perawatannya, akan dievaluasi," ujar dia.

Dia melanjutkan, Budi Harto yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan juga merupakan ketua Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI) akan memimpin konsultan independen untuk mengevaluasi semua pekerjaan agar bisa dilanjutkan kembali.

"Baik desain metodologi kerja, SOP, SDM dan juga termasuk pengawasnya dievaluasi," tutur dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan kedua, Basuki melanjutkan, hasil evaluasi yang telah dilaporkan dan disusun oleh Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) akan diberikan kepada project owner-nya atau penanggung jawab proyek masing-masing kementerian.

"Hasil evaluasi dari komite keselamatan konstruksi akan kami beri kepada project owner, kalau Soetta ke Kemenhub sebagai project owner-nya. Termasuk sanksi yang akan diberikan kepada konsultannya, maupun pelaksananya," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut