Perusahaan dan Sopir Online, Siapa Untung Siapa Buntung
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
"43 persen dari mitra pengemudi Uber yang disurvei sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. 6 persen tidak memiliki rekening bank," jelas Uber Indonesia pada Oktober lalu.
Soal asuransi, perusahaan transportasi online kompak mengatakan mereka peduli dengan mitra mereka di jalanan. Uber melindungi mitra dan penumpang mereka dengan asuransi dari PT Asuransi Allianz Indonesia hingga Rp100 juta. Gojek juga sama menggandeng perusahaan asuransi itu plus BPJS untuk melindungi mitra mereka. Grab mengatakan, mereka juga melindungi mitra dan penumpang dengan asuransi kecelakaan maupun korban perampokan.Â
Soal tudingan mengeksploitasi mitra pengemudi melalui sistem bonus, Uber menegaskan mitranya punya kebebasan untuk menentukan kapan menggunakan aplikasi dan kapan offline dari aplikasi.
Dengan fleksibilitas sistem itu, lanjut Uber, 61 persen mitra menggunakan aplikasi Uber kurang dari 10 jam per minggu. Maka sistem yang dibangun Uber masih membuka ruang bagi mitra pengemudi mengurus keluarga, sekolah, menjalani proses lamaran kerja, pekerjaan utama sampai menekuni UKM yang mereka rintis.Â
Sistem kemitraan Gojek tak jauh beda dengan Uber. Gojek mengatakan, mitra pengemudi mereka punya jam kerja yang fleksibel dan lebih produktif, punya kebebasan untuk menentukan waktu kerja sesuai waktu yang diinginkan mereka.
Grab menegaskan, soal sistem bonus mereka tetap memerhatikan kesejahteraan mitra pengemudi dalam mendapatkan jaminan penghasilan. Grab mengacu pada skema pencocokan permintaan dan suplai layanan dengan data aktual di lapangan serta menerapkan prinsip efisiensi yang menjamin para mitra pengemudi mereka memperoleh pendapatan yang berkesinambungan.