Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra
- VIVA/Ikhwan Yanuar
Di bidang sosial secara langsung saya memimpin sebuah lembaga yang menjembatani hubungan antara pemerintah Indonesia dengan China, yaitu suatu lembaga yang memang dirintis sejak akhir 80an, pada saat Indonesia dan China belum ada hubungan diplomatik, ketika itu para pengusaha atau pedagang Indonesia yang dipimpin Pak Soekamdani memiliki terobosan untuk membangun hubungan dagang antara Indonesia dengan China. Akhirnya mulai dari situlah ada kontak antara pemerintah Indonesia dan RRC. Dari situlah embrio awal hubungan diplomatik antara pemerintah Indonesia dan China, sehingga pada sekitar awal tahun 90-an hubungan diplomatik antara Indonesia dan China resmi terbangun.
Kebetulan saya sebagai bekas duta besar Indonesia di Beijing, saya mempunyai tanggung jawab atau kewajiban moral untuk memelihara hubungan antara pemerintah Indonesia dengan Tiongkok. Agar pemerintah kita mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dalam hubungan bilateral ini.
Di bidang komersial, saya kebetulan sekarang menjabat sebagai CEO Susi Air. Perusahaan ini sekitar tahun 2000an dirintis bersama dengan Ibu Susi, waktu itu Ibu Susi sebagai CEO dan saya komisarisnya. Dan, ketika Ibu Susi diminta oleh Pak Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri, Ibu Susi meminta saya untuk menjadi CEO Susi Air sampai sekarang ini. Dan nanti, apabila saya dipercaya oleh masyarakat Jabar untuk menjadi gubernur, saya akan serahkan posisi saya kembali kepada Ibu Susi. Itu lah latar belakang saya.
Publik Jawa Barat terkejut dengan majunya Anda sebagai cagub?
Sebenarnya saya tidak pernah mengira bahwa saya akan menjadi salah satu calon gubernur di Jawa Barat. Kalau ada orang bilang masyarakat Jawa Barat terkejut Pak Sudrajat, ya memang bisa dikatakan demikian. Buat saya ini merupakan panggilan diri saya di tengah kepurnaan diri saya menjalankan hidup ini.
Lobi Prabowo
![]()
Prosesnya bisa diceritakan hingga Anda bisa mencalonkan diri sebagai cagub Jabar?
Jadi memang pada prosesnya saya diminta oleh Bapak Prabowo Subianto. Suatu hari pada tanggal 5 Oktober 2017, Pak Prabowo menelepon saya dan berbicara tentang Jawa Barat. Pak Prabowo mengatakan kepada saya, bahwa teman-teman di Gerindra sudah melakukan kanvasing untuk mencari leader untuk dicalonkan menjadi cagub di Jawa Barat. Dan beliau mengatakan ternyata pilihan teman-teman itu jatuh kepada Pak Sudrajat. Saya bilang kepada beliau, Pak Prabowo, usia saya ini sudah terlalu senior lah untuk jadi gubernur.