Perang Dagang AS-China dan Peluang Investasi
- VIVAnews/M Ali Wafa
Sementara itu, terkait pasar saham Indonesia yang cenderung bergerak sideways, dia menyebut, pergerakan itu sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi yang relatif lemah. Hal itu tercermin pada kinerja pertumbuhan emiten yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi.Â
"Ke depannya, kami akan terus memperhatikan momentum kinerja finansial emiten guna memantau tren fundamental dari masing-masing emiten maupun ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.
Selain itu, Manulife akan terus memperhatikan arah kebijakan pemerintah, terutama setelah pembentukan kabinet baru, untuk mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai prospek di masing-masing industri atau sektor. Sebagai bagian dari ekonomi dunia, kinerja bursa saham domestik tentunya juga akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi maupun kestabilan politik global.
Untuk itu, guna menangkap peluang yang ada, berbagai strategi investasi bisa diterapkan dalam pengelolaan portofolio. Bagi Manulife, proses investasi akan tetap fokus untuk mengidentifikasi peluang investasi melalui proyeksi makro ekonomi dan analisis fundamental di masing-masing emiten.Â
Risk off sentiment yang menyebabkan terjadinya arus jual oleh investor asing di pasar saham Indonesia selama beberapa bulan terakhir menawarkan peluang investasi di beberapa sektor yang menurut Manulife memiliki prospek fundamental yang cukup baik.Â
"Situasi makro saat ini, tren penurunan suku bunga dan inflasi yang terkendali, mendukung pilihan kami akan emiten dengan fundamental solid pada beberapa sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga," ujar dia.