Asyiknya Transaksi Non-Tunai, Tapi Tetap Waspada dengan 3 Hal ini
- VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah
3. Terhindar dari perampokan VS serangan cyber
Kartu maupun aplikasi uang digital di dalam smartphone tentunya memiliki pin dan password yang menjadikan keamanan lebih ekstra. Lagi pula membawa uang dalam jumlah banyak dalam tas ataupun dompet dapat menarik perhatian, yang beresiko mengundang aksi kriminal sehingga bertransaksi cashless relatif lebih aman.
Namun perlu dipahami juga, secanggih apa pun teknologi yang digunakan pada sistem uang digital tetap saja ada celah yang memungkinkan terjadinya serangan cyber. Ini termasuk pencurian data dengan resiko tinggi kehilangan uang karena data diretas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, transaksi digital tentunya sangat diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan di luar sana. "Namun sebaiknya isi saldo pada dompet digital disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak lepas kontrol atas pengelolaan keuangan pribadi karena kunci utamanya bukan pada produk namun bagaimana masyarakat menggunakan dan mengelola uang mereka,” kata Johanna seperti yang disiarkan Grant Thornton.
Dia pun menyarankan, walau cashless society telah menjadi gaya hidup masa kini, tidak ada salahnya tetap menyiapkan uang tunai untuk kebutuhan-kebutuhan transaksi yang belum tersentuh sistem pembayaran digital. "Ini membuat transaksi menjadi lebih mudah dengan dua pilihan pembayaran tersebut,” kata Johanna.