Mau Beli Rumah Tunai Bertahap? Perhatikan ini Dulu

Ilustrasi beli rumah.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Membeli rumah merupakan salah satu keputusan penting yang harus dilakukan dengan rencana matang. Pembelian ini akan membutuhkan dana cukup besar, sehingga perlu memperhitungkan dan merencanakannya dengan baik di dalam keuangan Anda.

BCA Jor-joran Kasih Bunga KPR dan KKB hingga 2,65 Persen

Selain itu, pilihan sistem pembayaran yang digunakan juga menjadi hal penting untuk ditentukan sejak awal. Jika Anda tidak memiliki dana tunai sekaligus, maka melakukan pembelian rumah dengan cara cash bertahap bisa menjadi pertimbangan.

Pembelian tunai bertahap ini merupakan sistem pembelian rumah dengan cara tunai, namun Anda akan melakukan pembayaran tersebut secara bertahap atau tidak sekaligus. Anda akan membuat perjanjian khusus dengan pihak developer terkait pembelian rumah tersebut, tanpa menggunakan layanan bank. 

Ekspansi Bisnis di Parepare, BTN Targetkan Salurkan KPR Baru Rp48 M

Berbeda dengan sistem cicilan di KPR yang terbilang panjang dan bisa mencapai belasan tahun, pembelian rumah tunai bertahap ini biasanya memiliki masa pembayaran yang lebih singkat, antara 1, 3, hingga 5 tahun saja.

Ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang tidak ingin memiliki cicilan yang panjang. Namun sebagaimana pembelian lainnya, cash bertahap ini juga harus Anda lakukan dengan perhitungan yang tepat.

BTN Targetkan Kredit pada 2022 Tumbuh hingga 11 Persen

Jangan sampai kelak Anda mengalami kesulitan untuk melakukan pembayaran dan pelunasan rumah tersebut. Jadi, jika Anda ingin beli rumah secara cash bertahap, perhatikan ini dulu seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Ketahui Tahapan Pembayaran

Bukan hanya jangka waktu pelunasan, Anda dan penjual juga perlu menetapkan tahapan pembayaran yang dilakukan dalam pembelian cash bertahap tersebut. Sama halnya dengan KPR, pembelian tunai bertahap ini juga bisa saja akan dikenakan sejumlah uang muka, misalnya sebesar 20% atau 30% di awal perjanjian.

Namun meski begitu, tidak tertutup kemungkinan jika pihak developer akan membagi rata seluruh pembayaran tersebut selama jangka waktu pelunasan, tanpa menggunakan uang muka sama sekali. 

Penting mendiskusikan hal ini dengan pihak developer, sehingga kelak Anda tidak mengalami masalah terkait dengan tahapan pembayaran tersebut. Jangan lupa meminta pihak developer membuatkan sebuah surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), di mana seluruh kesepakatan Anda tertulis dengan jelas di dalamnya.

2. Apa Bonus yang Diberikan Developer

Selain promo, biasanya developer juga akan memberikan bonus kepada para pembeli unit mereka. Bonus ini pada umumnya diberikan dalam bentuk barang atau perabotan rumah tangga, seperti: televisi, AC, kulkas, dan yang lainnya.

Carilah informasi terkait bonus ini, agar Anda bisa menikmatinya sebagai nilai lebih atas pembelian rumah yang Anda lakukan. Selain itu, berbagai barang ini tentu akan melengkapi rumah Anda dan membuatnya menjadi jauh lebih nyaman ketika sudah siap huni nanti.

3. Seperti Apa Promo yang Diberikan Developer

Dalam pembelian rumah cash bertahap, pada umumnya pihak developer akan memberikan penawaran khusus bagi para pembeli. Hal ini bisa saja dalam berbagai bentuk, termasuk potongan harga yang tentu saja bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi Anda.

Tanyakan hal ini dan mintalah kejelasan dari pihak developer, agar Anda bisa menikmati harga promo yang lebih menguntungkan. Jangan sampai ternyata Anda melewatkan promo yang sebenarnya ada hanya karena tak mengetahuinya.

4. Bagaimana Jangka Waktu Pembayaran

Jangka waktu pembayaran merupakan hal penting yang harus Anda perhitungkan dengan baik dalam pembelian cash bertahap. Perlu melihat kondisi keuangan dan kemampuan bayar Anda, termasuk untuk beberapa waktu yang akan datang hingga pembelian tersebut lunas.

Lihat kondisi keuangan Anda dan hitunglah dengan baik kapan jangka waktu pembayaran yang tepat dan sesuai untuk kondisi keuangan Anda tersebut. Meski tidak ada batas pasti waktu pelunasan dalam pembelian tunai bertahap, pastikan Anda dan penjual membicarakan hal ini dengan baik sejak awal.

Tentukan dan buatlah kesepakatan yang jelas terkait jangka waktu pembayaran ini, sehingga baik Anda maupun pihak penjual memiliki kejelasan dan komitmen yang kuat untuk menepatinya sesuai dengan kesepakatan tersebut.

5. Membuat Surat Perjanjian dengan Pihak Developer

Jangan lupa untuk membuat surat perjanjian tertulis terkait dengan kesepakatan Anda dengan pihak developer. Hal ini penting, agar kelak Anda dan pihak developer tidak bermasalah.

Buat surat ini sejak awal, sebelum Anda mulai melakukan pembayaran rumah Anda tersebut. Ada beberapa poin penting yang harus Anda sepakati dengan pihak developer sebelum membuat surat perjanjian ini, seperti: 

  • Lama pembangunan rumah Anda.
  • Waktu dimulainya pembangunan. 
  • Jumlah dana yang harus Anda bayarkan terlebih dahulu, hingga proses pembangunan dimulai
  • Waktu serah terima rumah tersebut.
  • Rencanakan dan Segera Wujudkan Rumah Impian

Bagi Anda yang berniat segera memiliki rumah, melakukan pembelian dengan cara tunai bertahap tentu bisa menjadi pertimbangan. Selain praktis, cara ini juga memungkinkan Anda memiliki rumah dalam waktu yang terbilang singkat. Pilih rumah dan developer yang tepat, dan jangan lupa meminta bantuan Notaris PPAT untuk menerbitkan Akta Jual Beli Tanah (AJB) dalam pembelian rumah yang akan Anda lakukan nanti.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya