Sepanjang 2019, Sektor Industri Unggulan Ini Melesat

Industri tekstil di Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Menperin Optimistis

img_title Menperin: PMI Manufaktur Juni 2023 Naik Tinggi, Tapi Industri Tekstil Masih Menderita

Namun, Agus optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi, serta kinerja industri manufaktur Tanah Air yang akan terus membaik, bahkan mampu mencapai target pertumbuhan hingga 5,3 persen. Terlebih bila didukung dengan penetapan harga gas untuk industri yang diharapkan maksimal sebesar US$6 per million metric british thermal unit (MMBTU). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebelumnya, kami menyampaikan tujuh isu di sektor industri yang harus ditindaklanjuti, apabila isu harga gas untuk industri bisa diselesaikan, pemerintah optimistis dengan target pertumbuhan sektor industri,” kata  Agus.

img_title Alami Penurunan Ekspor, Kemenperin Dorong Kinerja Industri Tekstil dan Produk Tekstil

Menperin mengungkapkan, selain itu kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas terhadap terhadap total PDB 2019 mencapai 17,58 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor industri masih terus konsisten memberikan kontribusi terbesar pada perekonomian nasional. 

Terlebih, aktivitas industri membawa efek ganda yang luas bagi peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

img_title Alasan Pemerintah Ngotot Larang Impor Pakaian Bekas

Sementara itu, ekspor sektor industri pada Januari-Desember 2019 tercatat sebesar US$126,57 miliar dan menyumbang 75,5 persen dari total ekspor Indonesia. Lima sektor yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan sepanjang 2019, yaitu industri makanan yang menyetor hingga US$27,16 miliar atau berkontribusi sebesar 21,46 persen. 

Selanjutnya, industri logam dasar US$17,37 miliar (13,72 persen). Berikutnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia tercatat US$12,65 miliar (10 persen), industri pakaian sebesar US$8,3 miliar (6,56 persen), serta industri kertas dan barang dari kertas yang menyetor US$7,27 miliar (5,74 persen).

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kinerja industri manufaktur, Kemenperin tengah menjalankan berbagai langkah strategis sebagai upaya meningkatkan nilai ekspor dari sektor industri pengolahan. Di antaranya melalui peningkatan daya saing dan penyiapan produk unggulan. Kemudian, pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) seperti percepatan negosiasi FTA, perluasan ke pasar nontradisional, dan inisiasi FTA bilateral sesuai kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami juga melaksanakan program promosi internasional melalui pendampingan promosi dan ekspor, meningkatkan kapasitas produsen untuk ekspor, serta melakukan link and match dengan jejaring produksi global," kata dia. 

Selanjutnya, memberikan dukungan fasilitas seperti fasilitasi pembiayaan ekspor, pendampingan kasus unfair trading, dan penurunan hambatan ekspor (NTMs).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut