Intip Bedanya Pelatihan Online dengan Program Kartu Prakerja

VIVA – Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menegaskan bahwa pelatihan-pelatihan yang disediakan dalam progran tersebut jauh berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang disediakan oleh media digital lainnya. 

img_title Upaya Kemenimipas Agar Pembinaan Napi Tak Berhenti Hanya Pelatihan

Direktur Kemitraan dan Komunikasi Project Manajemen Officer (PMO) Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky menyatakan, dari sisi konten pelatihan memiliki silabus, tenaga pengajar yang interaktif hingga memiliki sertifikat. Jadi, peserta tidak hanya menonton. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena pelatihan Kartu Prakerja ada standarnya, silabus, tenaga pengajar, sertifikat, bukan sekedar menonton," tegas dia saat telekonferensi, Kamis, 23 April 2020.

img_title Astra Kasih Pelatihan UMKM Belajar Meracik Konten Perluas Pemasaran Produk

Selain itu, ditegaskannya, saat rancangan awal, pelatihan dalam program ini juga menggunakan sistem offline atau bertatap muka langsung sebagai mana dalam proses pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, akibat wabah virus corona (Covid-19) pelatihan difokuskan terlebih dahulu melalui online. 

Karena itu, dia menegaskan, dengan metode online yang ada, peserta secara bebas bisa memilih program pelatihan yang dibutuhkannya untuk meningkatkan kapasitasnya. Jika sudah ada di program pelatihan yang gratis, maka peserta bisa memilih program pelatihan lainnya.

img_title Pengangguran Terbuka Usia Muda Capai 17,37 Persen, Akses Kerja dan Pendidikan Jadi Tantangan

"Tentu karena pilihannya ada di masyarakat, masyarakat akan bandingkan, tugas pemerintah sediakan pilihan sebesar-besarnya ke masyarakat sebanyak-banyaknya karena ada 5,6 juta peserta yang disasar tahun ini," tegas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius menambahkan, pada prinsipnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pekerja di Indonesia, khususnya secara internasional.

"Prinsipnya meningkatkan skill untuk bersaing di pasar internasional untuk masyarakat tiga, pertama pengangguran kedua yang terkena pemutusan hubungan kerja dan juga pegawai kelas rendah atau low skill," ungkap dia.

Kemenko PM Hadiri Acara Lazismu di Batang

Pemerintah Dorong Integrasi Pelatihan hingga Penempatan untuk Masyarakat Miskin di Batang

Abdul Haris, menyampaikan keberhasilan program pelatihan kerja perlu diukur dari berapa banyak peserta yang bekerja dan tetap bekerja setelah penempatan.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut