NTB Segera Luncurkan Kampung Digital

VIVAnews - Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tinggal di pedesaan tidak perlu khawatir dengan perkembangan teknologi. Mulai 17 Desember 2008 nanti Pemerintah NTB akan meluncurkan teknologi kampung digital dan e-goverment.

"Kita manfaatkan provider yang ada dengan menyampaikan berbagai informasi hingga ke kampung-kampung," kata Asisten I Tata Praja Pemerintah Provinsi NTB Khairul Machsul di Nusa Tenggara Barat, Minggu, 7 Desember 2008.

Kedua program itu merupakan program unggulan untuk memperkenalkan masyarakat pedesaan tentang teknologi informasi, terutama internet. Program teknologi kampung digital itu akan diterapkan di masyarakat yang haus teknologi. Akhir-akhir ini banyak masyarakat pedesaan yang datang kekota untuk mencoba tehnologi informasi.

Adapun untuk program e-goverment diluncurkan untuk dapat mengakses informasi dari masyarakat langsung. Artinya masyarakat dapat melaporkan langsung berbagai bentuk pelanggaran yang dilakukan aparat pemerintahan baik tingkat provinsi, kabupaten hingga tingkat kelurahan. Pemerintah setempat juga menerima laporan masyarakat baik melalui kotak surat, kotak pos dan pesan pendek.

"Kita harap yang disampaikan adalah kritik yang membangun. Kalau ada laporan mengenai pelanggaran atau tindak pidana korupsi oleh aparat pemerintah juga kita terima,pelapornya akan kami lindungi," ujar dia.

Khairul mengaku optimistis program ini berjalan lancar. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan program baru ini. Program ini dinilai justru dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Bahkan program ini merupakan bentuk transparansi pemerintah provinsi NTB dalam menjalankan tugasnya. Masyarakat juga dapat menilai dan mengomentari langsung kinerja aparat pemerintah disetiap instansi.

Guna memperlancar program tersebut,pemprov NTB sudah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan PT Telkom selaku perusahaan tehnologi informasi terbaik. "Yang pasti kami sudah kerjasama dengan operator. Jadi kalau ada informasi 'sampah' yang berbau fitnah tidak akan kami tanggapi," jelas dia.

Meski demikian Khairul enggan menyebutkan daerah mana yang menjadi sasaran utama program teknologi kampung digital tersebut. "Kalau disampaikan sekarang bukan kejutan dong, nanti pada hari H kita sampaikan," tegas dia.

Laporan: Edy Gustan/Mataram