Perangi Kekurangan Gizi Lewat Pemanfaatan Tanaman Liar
- Satu Indonesia
VIVA – Sebanyak 17,7 juta warga Indonesia mengalami kekurangan gizi. Angka tersebut merupakan data yang dikeluarkan Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2022.
Angka kekurangan gizi merupakan data yang dirilis FAO sejak 2019-2021. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai penduduk dengan angka tertinggi kekurangan gizi di kawasan Asia Tenggara dengan total 6,5 persen populasi nasional.
Warga penderita kekurangan gizi terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pemenuhan kebutuhan gizi pada makanan masih sangat kurang.
Dialah Hayu Dyah Patria seorang perempuan kelahiran Gresik Jawa Timur yang dapat dikatakan pahlawan masa kini untuk memerangi kekurangan gizi. Perempuan kelahiran 27 Januari 1981 itu mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan tanaman liar untuk diolah dan dapat dikonsumsi sebagai makanan kaya gizi.
Ilustrasi anak kekurangan gizi
- VIVA/Sherly
Masyarakat cenderung menganggap tanaman budidaya yang memiliki banyak gizi, padahal tanaman liar yang tumbuh di sekitar pekarangan warga juga memiliki kandungan gizi jika diolah dengan baik.
Hayu Dyah Patria hanya memiliki niatan bagaimana melestarikan tanaman liar sekaligus memerangi angka kekurangan gizi di Indonesia.
“Untuk melestarikan tanaman liar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan memerangi kekurangan gizi dengan cara yang masuk akal,” katanya.
Dia mengedukasi warga Galengdowo di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang untuk memanfaatkan tanaman liar, sehingga masyarakat tidak bergantung pada makanan yang mahal yang sering dianggap memiliki gizi tinggi.
Masyarakat cenderung dengan alasan ekonomi tidak memenuhi standar gizi pada makanan sehari-hari, padahal jika diolah dengan benar, tanaman liar justru kaya gizi dan tentunya enak dikonsumsi.
Sebagai ahli teknologi pangan, Hayu Dyah memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara memanfaatkan tanaman liar tersebut untuk bisa dikonsumsi. Semangat tersebut yang membuat dia pantang menyerah meskipun banyak masyarakat yang berpikir mengkonsumsi tanaman liar adalah tidak lazim.
Ilustrasi PEKASAZI (Pembentukan Keluarga Sadar Gizi).
- vstory
Berkat semangat pantang menyerah, Hayu Dyah pelan-pelan dapat mengedukasi masyarakat memanfaatkan tanaman liar di sekeliling mereka.
Rasa Prihatin
Banyaknya masyarakat miskin di sekitarnya, membuat Hayu Dyah berpikir keras bagaimana berkontribusi untuk memerangi kemiskinan tersebut. Setiap saat gambaran kemiskinan di kepalanya menjadi beban dia untuk bertindak lebih jauh.