Dividen Freeport, Tiga Besar Bagi Indonesia

Kegiatan penambangan di lapangan tambang emas milik Freeport, di Papua.
Kegiatan penambangan di lapangan tambang emas milik Freeport, di Papua.
Sumber :
  • VIVAnews/Banjir Ambarita

VIVAnews - PT Freeport Indonesia menjadi penyumbang dividen terbesar ketiga kepada pemerintah Indonesia. Setoran dividen yang diberikan Freeport mencapai Rp2,08 triliun.

Itu terungkap dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2009 yang baru saja dirilis, 27 Juli 2010 oleh Kementerian Keuangan. 

Menurut laporan audit tersebut, Freeport berada di posisi ketiga, setelah PT Pertamina dan PT Telkom Tbk. Dividen yang disetor Pertamina mencapai Rp10,47 triliun atau 40 persen dari total dividen BUMN. Sedangkan, setoran Telkom sebesar Rp3,3 triliun atau 12,8 persen.

Freeport, yang bukan murni BUMN, memberikan kontribusi 8 persen dari total dividen yang diperoleh pemerintah. Dengan demikian, Freeport masuk dalam jajaran 10 BUMN penyetor dividen terbesar ke negara.

Freeport memiliki posisi yang berbeda dengan BUMN lainnya, yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh pemerintah Indonesia. Terhadap sebagian besar perusahaan negara tersebut, pemerintah menetapkan rasio tertentu (payout ratio) setoran dividen ke pemerintah atas laba BUMN sehingga masih ada bagian dari laba untuk investasi dan pengembangan usaha.

Akan halnya untuk Freeport, pemerintah merupakan pemegang saham minoritas, yakni hanya sebesar 9,36 persen. Sedangkan, sekitar 90 persen saham di Freeport dimiliki Freeport McMoRan.

Awal tahun ini sempat mengemuka wacana pemerintah menambah saham di Freeport, tetapi tidak jelas kelanjutannya.

Dengan asumsi saham pemerintah hampir sepuluh persen dengan bagian dividen Rp2 triliun, maka ada kemungkinan Freeport mengeruk keuntungan Rp20 triliun sepanjang 2009 dari tanah Papua. 

Selama ini, PT Freeport Indonesia yang terafiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc telah melakukan penambangan terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Mimika.

Kompleks tambang di Grasberg merupakan salah satu penghasil tunggal tembaga dan emas terbesar di dunia, dan mengandung cadangan tembaga yang dapat diambil yang terbesar di dunia, selain cadangan tunggal emas terbesar di dunia.

Grasberg berada di jantung suatu wilayah mineral yang sangat melimpah, di mana kegiatan eksplorasi yang berlanjut membuka peluang untuk terus menambah cadangan yang berusia panjang.