BI Targetkan Cetak Surplus Rp 16 Triliun

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan sampai akhir tahun ini surplus anggaran BI bisa mencapai Rp 16,331 triliun. Sampai akhir Oktober 2008, surplus sudah sebesar Rp 10,132 triliun.
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi membenarkan bank sentral memproyeksikan surplus sebesar Rp 16 triliun. "Ya sekitar Rp 16 triliun," kata dia seusai rapat dengan Komisi Keuangan DPR, Jumat 19 Desember 2008 dini hari.
 
Berdasarkan data yang diperoleh VIVAnews, realisasi Penerimaan Anggaran Operasional BI 2008 per Oktober mencapai Rp 26,061 triliun (98,7 persen dari ATBI 2008) dan sampai akhir tahun diproyeksikan Rp 28,61 triliun (108,36 persen dari ATBI 2008) yang disebabkan optimalisasi dalam pengelolaan cadangan devisa.

Penerimaan tersebut paling banyak berasal dari penerimaan pengelolaan devisa sebesar Rp 21,221 triliun. Sampai akhir tahun diproyeksikan Rp 23,976 triliun.
 
Sementara realisasi Pengeluaran Anggaran Operasional sampai Oktober 2008 mencapai Rp 3,111 triliun (67,16 persen dari ATBI 2008). Rendahnya realisasi pengeluaran menurut BI dikarenakan adanya upaya penghematan dan baru akan direalisasikan pada triwulan keempat. "Dengan memperhatikan kebutuhan dua bulan mendatang, pengeluaran anggaran operasional hingga akhir tahun 2008 diprognosa mencapai Rp 5,048 triliun," tulis dokumen itu.
 
Pengeluaran paling banyak pada pos pengelolaan SDM sebesar Rp 2,381 triliun dan diproyeksi pada 2009 mencapi Rp 3,029 triliun.
 
Berdasarkan angka tersebut, surplus Anggaran Operasional sampai Oktober tercatat Rp 22,949 triliun dan akhir tahun diproyeksikan surplus Rp 23,562 triliun.
 
Sedangkan untuk Anggaran Kebijakan dalam 10 bulan pertama mengalami defisit sebesar Rp 12,817 triliun dan diproyeksikan Rp 7,23 triliun akhir 2008. Angka itu berasal dari selisih antara penerimaan sebesar Rp 5,777 triliun dan pengeluaran Rp 18,594 triliun.
 
Sementara akhir 2008  anggaran penerimaan kebijakan diproyeksikan Rp 15,955 triliun dengan pengeluaran kebijakan mencapai Rp 23,185 triliun atau terdapat defisit Rp 7,230 triliun.