Terkejut Menjadi Wakil Menteri Luar Negeri

VIVAnews - Pepatah dalam bahasa Jerman langsung diucapkan Triyono Wibowo tak lama setelah dilantik menjadi wakil menteri luar negeri Indonesia. "Kita pegang terus apa yang telah kita lakukan, yaitu kerja keras dan loyalitas, dan dengan itu kita akan bisa melaksanakan tugas-tugas yang akan datang dengan baik," demikian pepatah yang disampaikan Triyono usai pelantikan Kamis, 11 September 2008. Bagi Triyono, pepatah tersebut menjadi acuan bagi dirinya dalam mengemban tugas sebagai wakil menteri luar negeri.

Diplomat kelahiran 14 Juni 1952 tersebut mengaku terkejut dengan penunjukan dirinya sebagai wakil menteri luar negeri. "Saya baru sampai di Indonesia Minggu sore (7 September) dan baru menghadap Menteri Luar Negeri Senin siang tanggal 8 September dan baru diberi tahu secara resmi bahwa saya dipercaya untuk menjabat sebagai wakil menteri luar negeri," kata Triyono yang akhir pekan lalu masih berstatus sebagai duta besar Indonesia untuk Austria dan Slovenia.

Diplomat yang pernah lama bertugas di Amerika Serikat tersebut menilai jabatan wakil menteri yang disandangnya tidak saja merupakan pencapaian terbesar bagi dirinya selama meniti karir sebagai diplomat. Jabatan tersebut juga mendatangkan tantangan yang sangat besar bagi Triyono. "[Jabatan] ini suatu kepercayaan, ekspektasinya besar sehingga menjadi pekerjaan yang tidak mudah," kata ayah tiga anak itu.

Pasalnya, dalam lebih dari lima puluh tahun terakhir, baru kali ini Departemen Luar Negeri menghadirkan kembali posisi wakil menteri. Di awal kemerdekaan, Departemen Luar Negeri pernah memiliki pejabat wakil menteri namun tidak bertahan lama karena pada saat itu jabatan tersebut tidak begitu penting. Namun saat peran diplomasi Indonesia di panggung internasional kini semakin intensif, jabatan wakil menteri luar negeri akhirnya dihidupkan kembali.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menjamin bahwa status wakil menteri yang saat ini disandang Triyono merupakan jabatan permanen. Artinya, keberlangsungan jabatan tersebut tidak terpengaruh oleh masa depan pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Wirajuda, seseorang yang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri akan menjalankan tugasnya selama tiga atau empat tahun. Dengan demikian Triyono tetap bertugas sebagai wakil menteri siapapun presiden maupun menteri luar negeri usai pemilihan umum tahun depan.

Rencana Lama
Diplomat yang fasih berbahasa Jerman dan Inggris tersebut membantah dugaan bahwa kehadiran posisi wakil menteri luar negeri terkait erat dengan strategi politik pemerintah jelang Pemilu 2009. Menurut Triyono, jabatan tersebut sudah digagas Departemen Luar Negeri sejak tahun 2000. "Memang [sudah merupakan] kebutuhan organisasi kita untuk mengefektifkan dan mengefesienkan tugas Deplu tanpa harus dikaitkan dengan time frame [pemilu] 2009," kata Triyono.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga tersebut menilai bahwa tugasnya sebagai wakil menteri luar negeri masih sangat umum. Sesuai Peraturan Presiden No. 20 dan 21 tahun 2008, sebagai pejabat eselon satu plus, wakil menteri luar negeri harus membantu menterinya mengelola departemen. Triyono juga harus mengimplementasikan program-program Departemen Luar Negeri bersama dengan para pejabat eselon satu.