Paus Fransiskus: Ikat Koruptor di Batu, Lempar ke Laut

Paus Fransiskus
Paus Fransiskus
Sumber :
  • REUTERS/Paul Hanna

VIVAnews - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mengeluarkan peringatan keras pada para koruptor. Mengutip Injil, dia mengatakan bahwa koruptor seharusnya diikat di sebuah batu lalu dilemparkan ke laut.

Diberitakan Telegraph, Senin 11 November 2013, dalam khutbahnya di Casa Santa Marta, Vatikan, Fransiskus mengatakan bahwa umat Kristen memiliki "kehidupan ganda" jika memberikan sumbangan ke Gereja, sementara mencuri dari negara. Mereka, tegasnya, pantas dihukum.

"Yesus berkata: Lebih baik baginya jika batu giling diikatkan ke lehernya, dan dia dilemparkan ke laut," kata Fransiskus, mengutip Injil Lukas di Perjanjian Baru.

Fransiskus mengibaratkan para koruptor yang munafik seperti nisan yang putih bersih. "Mereka terlihat cantik dari luarnya, tapi di dalamnya, banyak mayat-mayat yang membusuk," ujarnya.

Ini adalah komentar terkeras Paus asal Argentina ini sejak terpilih Maret lalu. Dia tidak secara langsung menyebutkan kasus korupsi tertentu, namun khutbah ini disampaikannya selang beberapa hari sejak terungkapnya skandal pemilihan pemimpin salah satu ordo yang berhubungan dengan Vatikan.

Skandal itu terkait kecurangan Pendeta Renato Salvatore, 58, yang ingin terpilih kembali menjadi Jenderal Superior Camillians, atau yang dikenal dengan Ordo Bagi Orang Sakit. Dia membuat laporan palsu ke polisi terhadap dua rivalnya yang menentang  pemilihannya kembali. Akibatnya, dua orang itu tidak bisa memberikan suara mereka untuk menjegal Salvatore.

Kecurangan ini terbongkar, Salvatore dipenjara, namun nama Ordo berusia 440 tahun itu tercoreng.

Sebelumnya Jumat lalu, Paus Fransiskus juga mengecam umat Katolik yang hidup dengan harta berlimpah hasil suap. Dengan harta haram itu, kata Fransiskus, mereka membelikan hadiah untuk anak-anak mereka dan menyekolahkan di sekolah mahal.

"Mereka yang menerima suap telah kehilangan martabat dan telah memberikan anak-anak mereka roti yang kotor," ujarnya. (eh)