Pemerintah Yakin Wilfrida Bebas Hukuman Mati

Aksi solidaritas untuk Wilfrida di Bundaran HI Jakarta.
Aksi solidaritas untuk Wilfrida di Bundaran HI Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVAnews - Kasus Wilfrida Soik, Tenaga Kerja Indonesia yang menjadi terdakwa pembunuhan di Malaysia, terus bergulir. Minggu, 17 November 2013 putusan sela dibacakan. Tim pengacara telah mengajukan hasil tes tulang dan gigi terhadap Wilfrida.

Dalam kesempatan yang sama, tim itu juga mengajukan permohonan pemeriksaan ulang psikiatrik. Selanjutnya, sidang dilanjutkan 22 Desember 2013 mendatang. Agendanya: mendengarkan keterangan dokter psikologi untuk memastikan kondisi kejiwaan Wilfrida.

Segala upaya dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan TKI asal Atambua, Nusa Tenggara Timur itu dari hukuman mati.

Sejumlah tokoh, misalnya, ikut menghadiri jalannya sidang di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. Anggota Komisi IX Bidang Tenaga Kerja Dewan Perwakilan, Rieke Diah Pitaloka, pernah ke sana langsung demi Wilfrida. Begitu pula dengan Prabowo Subianto.

Akhir September lalu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, juga telah menemui Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi. Dari pertemuan itu, Muhaimin mengaku optimistis bisa menyelamatkan Wilfrida.

Apalagi, selama ini pemerintah Indonesia pernah berhasil menyelamatkan 193 WNI atau TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia.

“Pemerintah Malaysia bersedia memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam upaya yang dilakukan Indonesia untuk melakukan pembelaan. Meskipun memang tidak bisa intervensi langsung terhadap setiap proses pengadilan yang berlangsung,” kata Muhaimin dalam keterangan pers yang disampaikan pada media, Minggu, 17 November 2013.