Setelah Satelit, Bos SpaceX Ingin Internet di Mars

Chairman Tesla, Elon Musk.
Sumber :
  • baltimoresun.com
VIVA.co.id
img_title Kejahatan dan Ide Penjara di Luar Angkasa
- Baru merencanakan internet berbasis satelit, Bos SpaceX sudah bermimpi lagi menyediakan layanan internet di Mars. Menurut dia, itu menjadi program jangka panjang selanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Stephen Hawking Punya Misi Antariksa Baru

"Kami melihat ada sumber pendapatan jangka panjang bagi SpaceX bila bisa membangun kota (internet) di Mars. Sangat penting untuk Mars bisa memiliki jaringan komunikasi global. Ini harus dilakukan dan saya lihat belum ada yang melakukannya," kata
img_title Eksperimen Siswa RI di Antariksa Sudah Dimulai
Chief Executive Officer (CEO) SpaceX, Elon Musk, seperti dikutip The Independent, Selasa 20 Januari 2015.

Visi yang dilayangkan Musk itu didasari keberhasilannya memenangi kontrak dengan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) senilai US$2,6 miliar pada tahun lalu. Hal ini menjadikan SpaceX, perusahaan swasta pertama selain Boeing, yang dapat mengangkut astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dimulai pada awal 2017.

Mimpi ini adalah kelanjutan dari misi satelit internet yang juga direncanakan Musk. Nantinya, ribuan satelit yang ada di angkasa akan menghubungkan Mars dengan Bumi, seiring dengan rencana mengirimkan manusia ke planet merah itu.

"Manusia jangan melihat rencana ini akan terlaksana dalam lima tahun ke depan, tapi ini adalah sumber revenue jangka panjang untuk SpaceX agar bisa mendanai penciptaan sebuah kota di Mars," kata Musk.

Nantinya, kata Musk, pendapatan dari internet di Bumi akan digunakan untuk mendanai investasi untuk kolonisasi dan internet di Mars. Diperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai US$10 miliar.

"Ini untuk merevolusi teknologi ruang angkasa dengan tujuan akhir, yang memungkinkan orang hidup di planet lain," ujar Musk. (art)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga:

2017, Moon Express Buka Perjalanan Wisata ke Bulan

Mereka mengklaim telah mendapatan izin dari pemerintah federal.

img_title
VIVA.co.id
5 Agustus 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut