Indeks Saham di Wall Street Naik Drastis

VIVAnews - Para pialang di bursa saham Wall Street bisa tersenyum lebar dengan naiknya indeks harga secara drastis. Menjelang penutupan sesi Selasa, 28 Oktober 2008 sore waktu setempat (Rabu pagi WIB) indeks saham industri Dow Jones naik hampir 900 poin atau lebih dari 10 persen. Begitu pula dengan indeks saham S&P 500 yang juga naik dua dijit dan indeks teknologi Nasdaq yang naik hampir 10 persen.

Indeks Dow melonjak 889.35 poin atau 10,88 persen menjadi 9.065,12. Itu merupakan kenaikan terbesar kedua setelah rekor 939 poin pada perdagangan 13 Oktober 2008. Indeks saham Standar & Poor's 500 juga bangkit 91,59 poin atau 10,79 persen ke level 940,51. Sedangkan indeks Nasdaq naik 143,47 poin atau 9,53 persen menjadi 1649,47.  

Sebenarnya tidak ada peristiwa spesial yang menyebabkan kebangkitan saham di Wall Street. Namun menurut kalangan pengamat, kenaikan tersebut terpicu oleh pembelian besar-besaran saham-saham murah oleh para investor jelang penutupan sesi perdagangan Selasa. 

Menurut kalangan analis, para investor juga sadar bahwa akhir-akhir ini pasar sudah begitu terpuruk. Mereka tampaknya sudah tak tahan melihat indeks Dow sampai drop 500 poin selama dua hari berturut-turut.

Beberapa pengamat juga menilai banyaknya pembelian saham di awal sesi bisa jadi merupakan antisipasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat, kemungkinan antara setengah poin hingga satu persen, Rabu 29 Oktober 2008 waktu setempat. Lagipula, pasar pun dalam beberapa pekan terakhir sudah terbiasa mengalami lonjakan pembelian atau penjualan saham di menit-menit terakhir.    
 
"Pada dasarnya tidak ada peristiwa fundamental yang muncul hari ini atau kemarin yang bisa membuat harga naik atau turun. Pasar tampaknya sudah jenuh anjlok terus-menerus," kata Bob Andres, pakar investasi dari Portfolio Management Consulltants.

Kendati naik drastis, pengamat lain menilai bahwa perdagangan di bursa masih belum stabil. Setelah indeks Dow sempat anjlok 2400 poin dalam delapan sesi terakhir, bisa jadi para investor kembali mengambil aksi ambil untung dan pada akhirnya harga saham kembali turun.   

"Menurut saya [kenaikan] ini tidak akan berlangsung terus-menerus," kata Matt King, direktur investasi dari Bell Investment Advisors saat mengomentari kenaikan indeks pada sesi Selasa kemarin. (AP)