Arab Saudi Tinjau Ulang Kerja Sama dengan Binladin Group

Saat musibah crane jatuh di Masjidil Haram.
Sumber :
  • REUTERS/Stringer
VIVA.co.id
- Arab Saudi mengumumkan akan menangguhkan kontrak baru dengan raksasa konstruksi Saudi Binladin Group, menyusul insiden runtuhnya
crane
di Masjidil Haram Jumat pekan lalu, yang menewaskan sedikitnya 107 orang. Perusahaan tersebut merupakan salah satu kontraktor utama megaproyek perluasan tempat suci umat Islam tersebut.  

Dilansir dari CNBC, Rabu 16 September 2015, Kerajaan Arab Saudi telah memerintahkan Departemen Keuangan Arab untuk meninjau proyek-proyek pemerintah yang dikerjakan perusahaan tersebut. 

Raja Salman juga telah melarang kepada seluruh anggota dewan kelompok eksekutif senior untuk tidak berpergian ke luar negeri sebelum penyelidikan atas insiden crane yang diduga tidak didirikan sesuai dengan instruksi produsennya itu, diselesaikan. 
Raja Arab Saudi Jawab Kritik Ulama Iran

Penangguhan kontrak tersebut diumumkan dalam sebuah pernyataan dari pengadilan kerajaan kemarin. Keputusan ini akan tetap berlaku sampai penyelidikan selesai dan semua masalah hukum dituntaskan. 
RI Mulai Proses Santunan Korban Ambruknya Crane di Saudi

Saudi Binladin Group merupakan salah satu perusahaan kontraktor terbesar salah satu favorit kerajaan. Perusahaan yang telah didirikan lebih dari 80 tahun lalu oleh pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, selalu dipercaya untuk menggarap proyek-proyek kerajaan termasuk di bidang pertahanan dan keamanan. 
Dituding Nunggak Bayar Proyek Gedung, Kedubes Saudi Didemo

Baik perusahaan, maupun keluarga, mengeluarkan pernyataan langsung mengenai penangguhan tersebut. Perusahaan meyakini runtuhnya crane itu bukan karena konstruksinya yang kurang kuat, melainkan karena kabel penyanggah crane tersebut terkena sambaran petir. 
Bangunan ka'bah.

Keluarga Korban Crane Menanti Janji Arab Saudi

Kloter satu jemaah haji mau berangkat, janji Raja Saudi belum lunas

img_title
VIVA.co.id
8 Agustus 2016