Kecoa Bisa Jadi Tim Penyelamat Saat Bencana

Kecoa Cyborg tim penyelamat saat bencana
Sumber :
  • YouTube/Wired

VIVA.co.id - Proses penyelamatan korban bencana ternyata bisa menggunakan sumber daya alam yang ada. Seorang pemikir berhasil mengombinasikan alam dan teknologi untuk melakukan penyelamatan, saat bencana terjadi.

Jika sebagian orang takut dengan kecoa, spesies itu justru bisa difungsikan untuk membantu saat bencana terjadi. Hanya dengan menyematkan sebuah perangkat teknologi mini ke atas tubuh kecoa, maka dia bisa berfungsi sebagai biobots, atau robot hewan yang memiliki fungsi penting.

Dalam sebuah video di YouTube, ilmuwan bernama Alper Bozkurt, memperagakan cara kerja kecoa menjadi penyelamat saat bencana. Sebelumnya, ia menyematkan elektroda implan di atas punggung kecoa.

"Kecoa mampu mendaki dan merangkak dengan baik. Di tahun 1999, saya pernah bergabung dalam tim pencarian dan penyelamatan untuk gempa bumi di Turki. Saat itu, ada 20 ribu orang tewas. Salah satu kesulitannya adalah mencari mereka yang masih hidup. Kecoa, ternyata mampu menjadi solusi," ujar Bozkurt, seperti dikutip dari Nerdist, Jumat 6 November 2015.

Dipaparkannya, dengan menggunakan elektroda implan, timnya bisa meretas antena alami milik kecoa. Antena itu bisa mengirimkan sinyal listrik ke dalam otak dan memerintahkan serangga itu untuk berjalan ke mana yang diinginkan. Intinya, elektroda itu mampu mengubah kecoa menjadi mobil remote control.

"Setiap kecoa yang kami gunakan, disematkan semacam tas punggung. Isinya baterai dan mikrofon untuk segala arah. Mikrofon itu akan menangkap suara korban yang masih hidup dan mengirimkannya ke kami," ujar Bozkurt.

Upaya Kloning Mammoth Sudah Masuk ke Tahap Awal

Dia memastikan, jika 'tas punggung' berisi elektroda itu tidak membuat risih si Kecoa. Bahkan, habitatnya pun tidak akan terganggu, karena setelah menyelesaikan misi, kecoa bisa kembali ke lingkungan dan hidup bebas.

Ke depan, kata Bozkurt, dia ingin memberdayakan kecoa dengan teknologi yang lebih tinggi. Mereka tidak hanya bisa merekam suara, tetapi juga melakukan pemetaan tiga dimensi (3D), atau teknologi lain yang memungkinkan dijalankan oleh robot kecil.

(asp)

Indonesia-AS Tingkatkan Kerja Sama Tanggulangi Bencana
Api jenis baru

Begini Rupa Api Jenis Baru

Api jenis baru ini biru cenderung ungu.

img_title
VIVA.co.id
9 Agustus 2016