22.574 GB Data Dipertukarkan di Internet Tiap Detik

Direktur Utama Infomedia, Bona L.P. Parapat.
Sumber :
  • Infomedia
VIVA.co.id
img_title Pendapatan Telkom Rp56 Triliun Berkat Bisnis Digital
- Tren internet dunia memang mengarah ke Big Data. Bahkan saat ini, dalam satu detik, 22.574 gigabyte data dipertukarkan di internet dari seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Cara Garuda Indonesia Antisipasi 'SMS Hoax'

Hal ini disampaikan
img_title Telkom: 99 Persen Pengguna IndiHome Tak Terpengaruh FUP
Project Director Probis Big Data Telkom, Komang Budi Aryasa, dalam mini seminar "The Power of Big Data & Social Media Analytics". Dikatakannya, pertukaran data itu didominasi oleh aplikasi media sosial, menyusul chat, mesin pencarian, dan jual beli online.

"Tak kalah dengan tren global. Saat ini, Indonesia yang menduduki peringkat no.3 dunia dalam hal pertumbuhan jumlah pengguna internet juga mengalami kenaikan yang luar biasa dalam hal jumlah big data," ujar Komang, mengutip data internetworld stat.com tahun 2014, di Jakarta, Selasa, 17 November 2015.

Dipaparkan Komang, saat ini, Telkom Group mengelola 252 juta sumber data dari pelanggan Telkomsel, telepon, internet, dan CRM. Dalam hal volume data, Telkom mencatatkan pertumbuhan 12 Terabytes data setiap bulannya dalam bentuk yang sangat bervariasi, yaitu audio, billing, web, location, CRM, dan social media.

"Untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna, ada 4 tahapan, mulai descriptive analytics untuk mendapatkan hindsight, diagnostic analytics, dan predictive analytics untuk mencari insight, serta prescriptive analytics untuk menemukan foresight. Untuk membantu keseluruhan proses tersebut, selain dukungan SDM yang andal, kami menggunakan berbagai aplikasi dan analytics software ter-update," ujar Komang.

Ditambahkan Andang Ashari, director of Marketing and Sales PT Infomedia Nusantara, dari total 255,5 juta jiwa populasi di Indonesia, ada 88,1 juta pengguna internet dan 74 juta pengguna aktif di media sosial. Bahkan, dalam setiap harinya, rata-rata netizen di Indonesia menghabiskan waktu lima jam untuk berinteraksi di media sosial.

"Puluhan tahun menangani contact center, tren pergeseran lifestyle pun kami rasakan. Jika dulu proses pelayanan pelanggan didominasi traffic call, kini justru naik di channel multimedia, seperti e-mail, chat, web, mobile apps, dan social media," ujar Andang.

Dia mengklaim, pengakuan atas kesuksesan Infomedia dalam menjalankan pengelolaan dan analisis di

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

social media bukan saja didapatkan dari kancah nasional tapi juga internasional.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut