Likuiditas Seret

Fasilitas BI Diminati

VIVAnews - Upaya Bank Indonesia menurunkan suku bunga repo sebesar 200 basis poin tak sia-sia. Hingga saat ini bank sentral sudah menginjeksi Rp 4 triliun untuk perbankan yang kesulitan likuiditas lewat fasilitas repo bertenor 14 hari.

Repo merupakan transaksi melepas surat berharga dengan janji membeli kembali pada waktu dan harga tertentu. Sebelumnya BI telah melakukan injeksi dana sebesar Rp 4,5 triliun dengan tenor enam hari.

"Repo memang kita buka menjelang Lebaran ini, saya lupa angkanya sekitar Rp 4 triliun lebih," kata Boediono usai rapat anggaran di Gedung DPR, Jakarta, pukul 01.00 Selasa 24 September 2008 malam.

Bank sentral memperkirakan usai Lebaran, bank-bank akan kembali mencari dana lewat pinjaman antarbank. "Ini sengaja kita buka untuk keperluan Hari Raya," katanya.

Boediono menyampaikan bahwa BI dalam waktu dekat juga akan mengkaji pembetukan fasilitas repo dengan tenor yang lebih panjang, yakni hingga tiga bulan. Saat ini rencana tersebut sedang dibahas.

Injeksi repo, menurut Boediono, sama sekali tidak mempengaruhi cadangan devisa yang ada di bank sentral. "Cadangan devisa kita masih aman. Kurs juga stabil, kita tidak terlalu mengeluarkan banyak, kita tetap akan di pasar," katanya.

Sementara, untuk jangka menengah, Boediono menjelaskan BI tetap berupaya untuk mencapai sasaran inflasi yang baik. Oleh sebab itu kebijakan moneter jangka menengah harus tetap menjaga likuiditas terukur, tidak berlebihan, tapi juga tidak kurang.

Kelana Wastra Fashion Fest 2024: Perpaduan Tradisional, Modern, dan Ramah Lingkungan
Anak tantrum.

Mengenal Tantrum Manipulatif dan Tantrum Frustasi pada Anak, Para Orang Tua Harus Tahu

Orang tua tidak perlu khawatir karena tantrum anak adalah hal yang wajar. Orang tua dapat mengatasi tantrum anak dengan benar melalui identifikasi jenis tantrum.

img_title
VIVA.co.id
28 April 2024