Bakso Lapangan Tembak Bermula dari Pikulan
- dok. Bakso Lapangan Tembak
Tepat ketika 1990, tempat usahanya pun tergusur untuk dibangun hotel berbintang. Untungnya, Ki Ageng telah mempersiapkan diri memantapkan pijakan bisnisnya. Dia telah menyewa tempat di seberang lapangan tembak.
Rengkuhan peluh keringatnya puluhan tahun mulai menuai hasil. Selain pembeli kian banyak, banyak tawaran bisnis ke Ki Ageng untuk kerja sama.
Namun, ia selektif memilih mitra, agar bisnis baksonya terus berkembang. Dalam ingatan Agung, outlet keduanya adalah di Puncak Cimacan Bogor, dan bersinergi dengan pemilik lahan yang masih saudara dengan Ki Ageng. Dulu, daerah itu merupakan jalur utama menuju Bandung dan daerah wisata.
“Outlet di Senayan dan di Puncak itulah awal mula rintisan bisnis Ki Ageng. Kemudian, berkembang puluhan outlet dan sekitar 80 persen outlet bakso lapangan tembak berlokasi di mal,” jelas Agung.
Harga semangkok bakso Lapangan Tembang Rp15 ribu. Restoran buka dari pukul 10.00 sampai 22.00. Untuk area Jabodetabek, kata Alumni jurusan entrepreneur Universitas Bina Nusantara ini rata-rata omzet satu outlet menghabiskan 10 kilogram bakso per hari. Padahal, ada sekitar 50 outlet bakso lapangan tembak, dengan serapan tenaga kerja minimal 15 orang per outlet.
Bagaimana dengan luar daerah, terutama luar Jawa?
"Jangan salah, ada beberapa outlet i luar Jabodetabek yang omzetnya justru lebih tinggi. Untuk menjaga kualitas, kami kirimkan tenaga ahli khusus untuk memantau pembuatan bakso dan bahan baku lainnya," kata Agung. (asp)