BUMN Ini Ubah Air Limbah Jadi Bersih

United Envirotech Ltd
Sumber :
  • unitedenvirotech.com
VIVA.co.id
img_title Pengembangan Organisasi di Masa Pandemi: BRI Jalankan BRIVolution 2.0
- Maraknya perusakan dan pencemaran lingkungan telah menyebabkan Indonesia menjadi kawasan, yang sepertinya tak mungkin lolos dari permasalahan ketersediaan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Pejabat yang Rangkap Jabatan di BUMN Diminta Buat LHKPN
Padahal, posisi Indonesia, secara geografis, menempatkan Indonesia sebagai kawasan yang memiliki potensi kekayaan air bersih melimpah hingga disebut memiliki enam persen dari 21 persen cadangan air bersih Asia Pasifik.

img_title Erick Thohir Klaim Temukan 53 Kasus Korupsi di BUMN
Kekayaan potensi tersebut, rupanya tak bisa membuat Indonesia lepas dari krisis air bersih, bahkan United States Agency for International Development (USAID) dalam laporannya pada 2007 lalu, menyebut bahwa di berbagai daerah hampir 100 persen sumber air minum tercemar oleh E. Coli dan Coliform.

Pencemaran air, khususnya sungai oleh limbah dari industri dan rumah tangga telah menjadi persoalan panjang yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.

Pada 2008, Kementerian Lingkungan Hidup yang saat ini menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mencatat setidaknya 62 sungai di Indonesia telah tercemar limbah dan butuh waktu 15-20 tahun untuk memperbaikinya. 

Kini, setiap satu sungai di semua kota di Indonesia tercemar dan berdampak pada banyak sendi kehidupan masyarakat, termasuk ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah Sungai Citarum, yang dianggap sebagai sungai paling tercemar di dunia, sementara sungai tersebut memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat.



Menanggapi persoalan itu, Direktur PT Energy Management Indonesia (EMI) Aris Yunanto dalam keterangan persnya, Selasa 19 Januari 2016, mengungkapkan, salah satu langkah untuk mengatasi krisis air bersih adalah dengan memanfaatkan air limbah sebagai sumber air bersih. 

Aris mencontohkan, kerja sama yang telah dilakukan EMI dengan sejumlah pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta. Di mana, pusat perbelanjaan dimaksud menggunakan teknologi dari EMI untuk mengolah air limbah dari tenant dan pengunjung. 

Perusahaan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan internal akan air bersih, namun juga mendapatkan efisiensi pengeluaran sebesar 70 persen dibandingkan membeli air bersih dari luar secara terus menerus. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Tidak hanya itu, efisiensi pengeluaran tersebut memungkinkan nilai investasi, yang berada pada kisaran Rp2 miliar, dimungkinkan kembali dalam waktu satu atau satu setengah tahun. Karenanya, makin banyak pula perusahaan yang berminat menerapkan teknologi serupa. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut