Ini Kunci Peningkatan Daya Saing Produk Tekstil Indonesia

Produksi Tekstil Menurun.
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA.co.id - Keberadaan pusat logistik berikat (PLB) dibutuhkan bagi industri, khususnya bidang usaha tekstil. Sebab, bisa memangkas rantai pasok (supply chain) bahan baku tekstil, sehingga biaya logistiknya bisa ditekan.

 
Industri tekstil Indonesia pun bisa menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang memproduksi produk ini. 
 
Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mencontohkan, kapas misalnya, bahan baku industri tekstil itu masih dipasok dari negara lain seperti Pakistan. 
 
Dengan adanya PLB, impor bisa dilakukan secara langsung. Tidak harus melalui perantara di negara lain. 
 
Jokowi Luncurkan Program Investasi Ciptakan Lapangan Kerja
"Kapas itu distok oleh trader di Singapura dan Malaysia," kata Mahendra dalam diskusi "Media Briefing Prediksi Industri Logistik Indonesia 2016” di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu 2 Maret 2016. 
 
Berorientasi Ekspor, Jokowi Akan Resmikan Pabrik Tekstil Ini
Biaya produksi yang dikeluarkan industri juga bisa lebih ditekan, karena tidak perlu mengeluarkan biaya-biaya perizinan lainnya seperti saat mengambil bahan baku dari pihak ketiga. 
 
Perdana, Texcraft 2016 Bakal Digelar di Jakarta
"Berapa kali cost yang dikeluarkan itu?," kata dia.
 
Pemerintah, kata Mahendra, melihat ada peluang untuk menghemat devisa, apabila rantai pasok tersebut itu dipangkas. Karena itu dibuatkan kebijakan tentang PLB.
 
Dengan begitu, bahan mentah industri tekstil bisa disimpan di gudang di kawasan itu dan industri tekstil bisa memperoleh bahan tersebut dengan mudah.
 
"PLB ini mendekatkan petani dengan pabrik dan bisa memotong cost logistik," kata dia.
 
Mahendra mengklaim cara ini cukup ampuh untuk menurunkan biaya logistik dan membuat industri tekstil menjadi lebih kompetitif. "Indonesia pun bisa mengalahkan Bangladesh (sebagai negara produsen tekstil)," kata dia.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya