Mitos vs Fakta Gerhana Matahari Total
- U-Report
Fakta
Matahari tidak ditelan
Matahari hilang dan suasana gelap bukan karena ditekan mahluk supranatural. Sang surya menghilang karena cahayanya tertutupi bulan yang melintas depan matahari.
Bukan musibah atau bencana
Munculnya gerhana matahari adalah fenomena alam biasa. Kedatangannya juga tak berdampak signifikan bagi alam lingkungan. Tak sebabkan gempa, banjir atau bencana lainnya.
Lihat langsung berpotensi buta, tapi..
Berbahaya melihat langsung gerhana matahari dengan mata telanjang. Sebab sinar gerhana matahari bisa membakar retina dan menyebabkan kebutaan. Disarankan saat gerhana matahari masih tampak, segeralah pakai alat yang dilengkapi filter/penyaring sinar maupun kacamata khusus gerhana matahari.
Saat GMT boleh melihat tanpa alat, namun saat bulan mulai berpindah, langsung pakai lagi kacamata khusus atau alat penyaring. Saat matahari muncul lagi, pupil mata tak cukup cepat menutup dan akan dihantam cahaya matahari yang merusak mata.
Waspada lihat gerhana melalui baskom air
Cara seperti ini juga masih berisiko. Sebab pantulan sinar matahari saat gerhana melalui media baskom air masih sangat kuat. Berbahaya dan berisiko. Cara yang aman adalah melihat dengan menggunakan media filter.
Pukul kentongan usir gerhana
Tradisi ini muncul karena pengaruh mitos kuat. Pukul lesung atau kentongan dilakukan untuk mengusir mahluk supranatural yang menelan matahari. Padahal tanpa melakukan ritual memukul pun, gerhana akan tetap hilang.
