Inikah Alasan Miliarder Sembunyikan Hartanya dari Pajak?

Skandal Panama Papers
Sumber :
  • www.commondreams.org

VIVA.co.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil, ikut angkat bicara mengenai bocornya dokumen Panama Paper. Terutama, terkait transaksi aliran dana milik para miliarder di Indonesia di negara-negara bebas pajak (tax heaven), yang dibeberkan International Consortium of Investigative Journalists.

PM Pakistan Diminta Mundur

Sofyan menilai, ada sejumlah alasan mengapa mereka membuka rekening di negara-negara bebas pajak.

Menurutnya, tidak semua aliran dana yang masuk ke negara bebas pajak, baik itu secara perorangan maupun berbentuk perusahaan bisa langsung diasumsikan bahwa mereka menghindar dari ketentuan perpajakan negara.

“Belum tentu semua menghindari pajak, karena harus dilihat satu persatu,” ujar Sofyan, saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu 6 April 2016.

Sofyan mengungkapkan motif para investor menempatkan dana di perusahaan berbagai perusahaan shell company (perusahaan bayangan) di negara tax heaven beragam. Pertama, adalah berkaitan dengan kepastian regulasi tempat investor ingin menanamkan modalnya.

“Banyak investor yang mau masuk ke negara, tetapi mereka tidak mau langsung karena masalah regulasi. Mereka akan gunakan dulu shell company sampai semua siap,” katanya.

Motif kedua, kata Sofyan, adalah untuk menyembunyikan hartanya. Mungkin, karena alasan pembagian harta dalam sebuah perkawinan.

PPATK Akan Buka Lagi Kasus Panama Papers

Bukan tidak mungkin salah satu pasangan suami istri yang menikah, justru akan membuat suatu shell company di negara tax heaven, agar kekayaannya bisa disembunyikan.

“Kalau tidak ada pembagian harta dalam suatu perkawinan, maka harta itu kemudian akan dibagi. Untuk menghindari itu, suami atau istri akan buat shell company supaya (hartanya) tidak diketahui oleh pasangan,” ucapnya.

Mantan menteri badan usaha milik negara ini menegaskan, didasari dari berbagai macam motif tersebut, maka pemerintah, dalam hal ini direktorat jenderal pajak bisa jeli dalam melihat isi dokumen Panama Papers tersebut secara cermat.

Menurutnya, praktik seperti ini memang umum terjadi, terutama di negara-negara tax heaven seperti di Singapura, British Islands, Cayman Island, sampai dengan Panama.

“Pemerintah harus melihat, apakah ini untuk menghindari pajak, atau justru hanya menghindari sesuatu supaya orang lain tidak tahu,” katanya.

Shell company merupakan perusahaan aktif, namun tampak seperti tidak terlihat mempunyai kegiatan usaha. Perusahaan ini umumnya beroperasi layaknya perusahaan penanaman modal investasi, pengambil alihan perusahaan, atau bertindak selaku offshore financial centres, atau pusat finansial perusahaan bebas pajak.

Pada umumnya, perusahaan ini menggunakan badan hukum di Bahamas Islands, Somers Isles, British Virgin Islands, Channel Islands, dan Cayman Islands. Oleh beberapa pihak, perusahaan-perusahaan ini dicurigai sebagai tempat persembunyian atas usaha perorangan atau organisasi perusahaan lainnya. (asp)

Kejar Ratusan Wajib Pajak, Denmark Beli Data Panama Papers
Gary Oldman dan Antonio Banderas

Skandal Panama Papers Dibuat Film, Ini Bintangnya

Skandal yang melibatkan tokoh besar.

img_title
VIVA.co.id
16 Mei 2018