Menteri Arif Yahya Akui Kalah dari Thailand
Hal kedua yang perlu diperhatikan jika ingin menang dalam persaingan industri pariwisata adalah kecepatan. "Pak Presiden mencanangkan tahun 2016 itu adalah tahun kecepatan. Tiga fokus presiden adalah deregulasi, infrastruktur dan pengembangan bisnis," ujarnya.
Kelemahan bangsa ini menurut Arif adalah terlalu lelet. Bagi dia, dalam konteks persaingan bukan yang besar makan yang kecil.Â
"Tapi yang cepat makan yang lambat. Malaysia lebih kecil dari Indonesia tapi kita kalah dari mereka. Kita kalah dari Thailand yang lebih kecil. Bahkan kita kalah dari Singapura yang lebih kecil. Kita lambat," tuturnya.
Untuk itu, Arif meminta kepada PHRI untuk mendiskusikan regulasi apa saja yang dibutuhkan agar dimasukkan dalam paket kebijakan ekonomi ke-12. "Mumpung mau dikeluarkan lagi kebijakan paket ekonomi ke-12 yang bisa mempercepat kita bersaing," ujar dia.Â
Hal ketiga yang mesti diperhatikan adalah smart. "Banyak contoh. Apa yang dilakukan oleh Malaysia dan Singapura juga Thailand. Meski mereka musuh kita tapi kita harus tahu. Banyak orang belajar dari kesalahannya sendiri. Tapi mari kita juga belajar dari kesalahan orang lain," kata Arif.
Â