Media Sosial Merupakan Aset yang Bisa Dirangkul
Lebih lanjut dipaparkan oleh pria yang juga menjadi presenter itu, setelah masyarakat masuk dalam dunia media sosial, maka ia masuk dalam dunia yang terbelah, dunia nyata dan tidak nyata. Sebagai seorang politisi, dirinya masuk dalam dua dunia itu sebab diakui isu-isu yang muncul juga banyak berasal dari dunia media sosial.
Menurut Tantowi Yahya, media sosial adalah aset yang bisa dirangkul. Bila menjadi aset maka media sosial bisa digunakan untuk kepentingan bangsa. Sebagai media yang digunakan jutaan orang, media sosial adalah media yang penuh keterbukaan. Sebagai media yang terbuka, diakui media sosial telah ikut mengakselerasi perkembangan demokrasi di banyak tempat.
Meski mempunyai sisi positif, diakui oleh Tantowi Yahya, media sosial mempunyai sisi negatif. Bila media sosial digunakan secara keliru hal demikian justru akan membuat demokrasi tersumbat. Dijelaskan orang-orang yang baik akan takut, trauma, menggunakan media sosial sebab bila mereka mengunggah status ia akan di-bully oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ia mencontohkan ada seorang pejuang kebenaran di-bully di media sosial saat ia memperjuangkan apa yang diyakini itu. “Untuk itu perlu menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya.
Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono dalam sambutan menuturkan apa yang dilakukan pada pagi itu, merupakan acara untuk mendukung kegiatan MPR sesuai dengan UU No 17 Tahun 2014, yakni mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dari undang-undang itulah, MPR menjabarkan kerja dengan berbagai program, varian, dan metode.
"Semua untuk membumikan Empat Pilar," ujar Ma'ruf Cahyono. (webtorial)