Selundupkan Ikan, Belum Ada Eksportir Ilegal Diblokir

Ikan
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan berhasil mengungkap beberapa kasus percobaan ekspor ilegal hasil perikanan melalui pelabuhan Tanjung Priok pada 2015 hingga saat ini. 

img_title Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe A, Tanjung Priok, Fadjar Doni mengatakan, sepanjang periode itu, setidaknya 43 kontainer hasil perikanan ilegal berhasil diamankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Total nilai yang berhasil kami amankan dari ke 43 kontainer itu mencapai Rp112,84 miliar," ujar Fadjar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 17 Mei 2016.

img_title Cegah Kebocoran dan Underinvoicing Ekspor-Impor, Purbaya Siapkan Pusat Intelejen IT

Menurut Doni, hasil perikanan masih menjadi salah satu komoditas unggulan yang rawan diselundupkan. Pada Juni 2015, Bea Cukai mengamankan 14 kontainer, disusul 19 kontainer pada Juli 2015, dan 116 kilogram mutiara pada Januari 2016, dan kasus terakhir pada April 2016 lalu, sebanyak 10 kontainer.

"Modus yang sering digunakan adalah penggunaan nama eksportir lain dan pemeberitahuan uraian barang secara tidak benar, atau diberitahukan sebagai barang lain," kata dia.

img_title Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

Meskipun telah mengungkap beberapa kasus, kata dia, sampai saat ini belum ada perusahaan yang di blokir untuk melakukan kegiatan ekspor.

"Kamu masih menunggu penyelidikan bersama balai karantina perikanan (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," ujarnya. (asp)

Bendera China.

China Perkuat Hak Kekayaan Intelektual, tapi Masih Bersinggungan dengan Hukum Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis China (CCP) menjadikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai salah satu pilar utama dalam strategi ekonomi dan teknologi

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut