Penjahit Pakaian Lini Fesyen Beyonce Dibayar Murah
- Ivy Park
VIVA.co.id – Di balik tenarnya lini fesyen terbaru Beyonce, ternyata dia memberdayakan penjahit wanita dari Sri Lanka, dengan upah murah sekitar Rp83 ribu per hari. Upah yang diberikan tersebut di bawah upah minimum di negara itu.
Busana olahraga dengan label Ivy Park milik istri Jay Z itu dijual oleh Top Shop. Top Shop mengklaim Ivy Park akan memberdayakan wanita melalui olahraga.
Namun, seorang penjahit berusia 22 tahun di Sri Lanka mengatakan dia mendapat upah Rp1,7 juta atau sekitar setengah rata-rata upah di negara itu untuk bekerja selama sembilan jam 45 menit selama lima hari dalam sepekan, ditambah lembur.
Jakub Sobik dari badan amal Anti-Slavery International mengatakan, upah rendah yang diberikan merupakan bentuk perbudakan. "Ada sejumlah elemen terjadinya perbudakan, gaji rendah, dan jam kerja lebih panjang untuk perempuan," katanya, seperti dilansir dari Telegraph.
Menurut dia, perusahaan seperti Top Shop memiliki tugas mencari tahu apakah perbudakan tersebut benar terjadi. Jika ya, maka itu menunjukkan bahwa inspeksi yang dilakukan perusahaan tersebut gagal, sehingga harus diganti dengan inspeksi independen.
Produsen Sri Lanka yang membuat beberapa pakaian Ivy Park adalah MAS Holdings yang dimiliki konglomerat Mahesh Amalean dan kedua saudaranya, yang mempekerjakan 74 ribu pekerja di 48 pabrik di seluruh Asia.
Menanggapi itu, juru bicara Topshop mengatakan, Ivy Park memiliki aturan perdagangan yang ketat, serta melakukan inspeksi pabrik dan audit yang berkelanjutan. Dia mengaku perusahaan memiliki hubungan yang dekat dengan pemasok di seluruh dunia dan pabrik mereka mematuhi aturan tersebut. Â
Â
"Kami berharap para pemasok kami memenuhi kode etik dan kami mendukung mereka mematuhi aturan ini," kata dia.