Thailand Larang Operasi Ojek Uber dan GrabBike

Logo Uber.
Sumber :
  • Carscoops

VIVA.co.id – Kisruh dan protes atas munculnya layanan transportasi berbasis aplikasi mobile tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Thailand juga terjadi problem yang sama, layanan ojek online mendapat protes dari ojek konvensional.

Grab 'Bakar Duit' Rp7 Triliun di Vietnam, Takut Disalip Gojek

Atas panasnya protes yang muncul, pemerintah Thailand mendesak agar Uber dan Grab menghentikan operasi layanan mereka.

Dikutip dari Reuters, Kamis 19 Mei 2016, pejabat senior Kementerian Transportasi Thailand, Nunthapong Cherdchoo mengatakan, layanan ojek online UberMoto dan GrabBike telah menimbulkan konflik dengan ojek konvensional. Untuk itu, mereka langsung menindak tegas operasinya.

Pesaing Gojek dan Grab Janji Tidak Menaikkan Tarif saat 'Rush Hour'

Menurut data kementerian tersebut, di seluruh Thailand terdapat lebih dari 186 ribu sepeda motor yang telah terdaftar sebagai penyedia layanan ojek. Dari jumlah tersebut paling banyak ada di Bangkok, ibu kota Thailand.

Nunthapong mengatakan, Kementerian Transportasi Thailand telah menangkap 66 pengemudi ojek dari Uber maupun GrabBike. Para pengemudi akan didenda hingga US$112 setara Rp1,5 juta dan lisensi pengemudi mereka akan dicabut jika nantinya melakukan pelanggaran kedua.

Investor Penantang Gojek dan Grab Gelontorkan Dana Rp139 Miliar

Merespons permintaan kementerian tersebut, dikutip dari Tech Crunch, Uber dan Grab akhirnya menangguhkan layanan ojek online mereka.

GrabBike menegaskan mereka akan bekerja dengan pemerintah untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Sementara itu, pengelola UberMoto mengatakan, secara sementara akan menangguhkan layanan.

Sementara layanan ojek online mereka dilarang, maka Grab memutuskan untuk mengalihkan operasi mereka dengan layanan pesan antar. "Kami sedang memproses transisi lebih dari 10 ribu pengemudi GrabBike untuk menjalankan layanan pengiriman," kata perwakilan Grab.

Sementara mereka menangguhkan layanan ojek online, maka Grab mengaku akan berbicara dengan pemerintah.

"Kami sedang mendiskusikan dengan dan semua pemangku kepentingan industri untuk memastikan operasi layanan GrabBike sesuai dengan ketentuan dan bekerja bersama ke arah ekosistem layanan transportasi pelengkap yang diatur regulasi," kata Grab.

Sementara itu, Uber juga mengikuti ketentuan yang diinginkan pemerintah setempat.

Uber mengaku berdiskusi terbuka dengan pemerintah Thailand terkait aturan baru yang akan memungkinkan layanan seperti UberMoto beroperasi.

"Kami berterima kasih atas dukungan mereka (pemerintah) saat hadir dengan menggunakan sepeda motor untuk kurir dan pengiriman makanan. Ini berarti kami akan bisa segera meluncurkan layanan pengiriman seperti UberRUSH dan UberEATS sesegera mungkin," kata Uber.

Layanan Uber.

Nyerah karena COVID-19, Aplikasi Transportasi Online Pilih PHK Massal

Aplikasi transportasi online itu PHK 3.700 karyawan.

img_title
VIVA.co.id
7 Mei 2020