Lima BPR Ditutup LPS karena Rugikan Nasabah

Lembaga Penjamin Simpanan.
Sumber :

VIVA.co.id – Lembaga Penjamin Simpanan mengaku telah menutup lima Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sejak awal tahun ini. Penutupan ini lantaran adanya tindak penipuan secara sengaja yang dilakukan  manajemen bank.

img_title Bos BCA Buka-bukaan Dampak Tarif Trump ke Perbankan RI

"Rata-rata karena fraud (penipuan) oleh pemilik atau manajemen BPR. Ada 1.800 BPR, jadi wajar saja jika kami tutup," kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan  Jakarta, Jumat 20 Mei 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan, Fauzi mengatakan, kondisi perbankan nasional sejatinya masih cukup sehat, dan tidak ada masalah yang berarti. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator penilaian perbankan nasional yang masih relatif stabil.

img_title Siap-siap, OJK Bakal Cabut Lagi Izin BPR Bermasalah Sampai Akhir 2024

Misalnya, dari rasio kecukupan modal (Capital adequacy patio) yang masih berada di level 21 persen. Kemudian rasio kredit macet (Non performing loan) yang meskipun ada kenaikan, namun masih tetap berada di batas aman.

"Return of Equity (Rasio profitabilitas) juga masih di angka 20 persen. Ini masih menjadi yang terbaik di dunia," kata dia.

img_title OJK Resmi Larang BPR Dimiliki Kepala Daerah, Ini Alasannya

Sementara jika dilihat secara makro, seperti net interest margin, selisih antara suku bunga deposito, simpanan, maupun kredit dinilai Fauzi masih cukup menggembirakan. Artinya, sampai saat ini kondisi perbankan nasional masih cukup aman.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga di kisaran lima persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya 3 sampai 3,5 persen. Itu masih aman bagi perbankan," ungkap dia.

Ilustrasi Media Sosial

Media Sosial Jadi Pedang Bermata Dua bagi Perbankan, Begini Panduan Terbaru OJK

OJK menilai media sosial jadi peluang sekaligus risiko bagi perbankan. Simak panduan terbaru guna kelola komunikasi digital agar aman, transparan dan tetap jaga kepercaan

img_title
VIVA.co.id
7 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut