Pemerintah Diminta Batasi Impor Bawang Merah
- ANTARA/Oky Lukmansyah
"Kalau harga di tingkat petani di atas Rp20 ribu per kilogram, maka petani diuntungkan. Tetapi, kalau sudah mencapai Rp10 ribu per kilogram, atau bahkan di bawahnya, maka petani akan menderita kerugian," kata Yus.
Yus mengatakan, persoalan tersebut juga disampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berkunjung ke booth bawang merah Brebes. Dia berharap, pemerintah dapat mengatur tata niaga bawang merah, agar petani masih dapat untung, tetapi harga di pasar juga tidak terlalu tinggi.
Yus juga menyampaikan kepada Wakil Presiden, agar pemerintah dapat membatasi impor bawang merah. Sebab, pada prinsipnya setiap satu ton impor bawang merah akan mengurangi 80 HOK (Hari Orang Kerja) usaha budidaya bawang merah di Indonesia.
Dia juga berharap, adanya informasi mengenai cuaca yang lebih akurat. Pengalaman dia pada 2010, pihaknya pernah mengalami rugi besar, karena ternyata hujan terjadi berkepanjangan, padahal lahan yang ditanamnya mencapai lima hektare.
"Akibat kerugian di tahun 2010, membuat saya lebih berhati-hati dalam bercocok tanam bawang, luasan yang ditanam pun hanya 0,5 sampai satu hektare saja sampai sekarang," ujar Yus.
Yus mengatakan, agar panen tidak berbarengan, serta menghindari musim-musim penyakit tanaman, kini petani di Brebes tidak hanya bertanam bawang merah saja, tetapi diselingi dengan bertanam jagung manis dan melon.
Sementara itu, Managing Director Ewindo, Glenn Pardede mengatakan, sebagai perusahaan produsen benih hybrida sayuran di Indonesia, Ewindo selalu terpanggil untuk mendorong produktivitas dan menciptakan pertanian efektif bagi petani dengan mengenalkan teknik baru budidaya bawang merah melalui benih.
Ewindo berharap, dengan dikenalnya teknik baru ini akan membuat kesejahteraan petani lebih meningkat.
Glenn menjelaskan, bukan hanya mengenalkan budidaya bawang merah melalui benih, Ewindo juga memberikan pelatihan persemaian bawang kepada petani. “Pelatihan ini diikuti oleh ratusan petani bawang di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini petani tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memahami dan merasakan sendiri keuntungan menggunakan teknik baru ini.
(ren)