Kantor Google di Paris Digerebek, Diduga Kemplang Pajak

Kantor Google di Paris setelah digerebek aparat berwenang Prancis.
Sumber :
  • Reuters/Jacky Naegelen

VIVA.co.id – Kantor Google di Paris, Prancis, digerebek dan ditutup oleh pihak berwenang. Kejadian tersebut bermula, perusahaan teknologi tersebut diduga mengemplang pajak yang sudah diatur di Prancis.

img_title Ada Aturan Baru, Jokowi Minta Pelaku Pajak Mangkir Diumumkan ke Media

Penyidik pajak Prancis memutuskan untuk menggerebek dan menutup kantor di negaranya, karena perusahaan teknologi itu tidak mengikuti aturan pajak. Maka dari itu, Prancis menyegel kantor Google guna mengungkap penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang setempat sejak setahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang diberitakan Cnet, Rabu, 25 Mei 2016, Google disinyalir berutang kepada Prancis sebesar US$1,12 miliar karena tidak membayar pajak dan denda kepada pemerintahan setempat.

img_title Ada Kesepakatan Baru Negara G20 Terkait Pajak Global, Ini Isinya

Mengenai peristiwa tersebut, yang merupakan anak perusahaan dari Alphabet Inc ini membantah telah mengemplang pajak. Perusahaan mesin pencarian internet ini mengaku telah mengikuti aturan yang berlaku di negara yang beribu kota di Paris itu.

"Kami mematuhi hukum pajak di Prancis seperti di negara lainnya, di mana kami beroperasi. Kami bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang di Paris untuk menjawab pertanyaan mereka," ucap dalam sebuah pernyataannya.

img_title Catat, Sengaja Ngemplang Pajak Bakal Tak Mudah Disubsider Kurungan

(ren)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Tak Mau Gelar Tax Amnesty Lagi, Purbaya Ogah Terus-terusan Dikibulin

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pihaknya tak mau lagi menggelar tax amnesty alias pengampunan pajak, yang sudah dilakukan dua kali oleh pemerintah.

img_title
VIVA.co.id
19 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut