Enam Ilmuwan Hebat yang Menyesali Penemuan Mereka

Pencipta senapan serbu AK-47, Mikhail Kalashnikov.
Sumber :
  • Reuters

3. Mikhail Kalashnikov - Senapan AK-47
Awalnya, Kalashnikov hanya berniat untuk mempertahankan negaranya. Dia menjadi anggota angkatan bersenjata dan mendengar keluhan mengenai senjata yang digunakan ternyata tidak efektif. Dengan bekal ketertarikannya pada persenjataan dan mesin, dia pun mendesain senjata yang lebih baik. Hasil karyanya adalah Avtomat Kalashnikov Model 1947 atau yang dikenal dengan AK-47. Harganya murah, ringan, dan mampu bertahan di segala iklim negara. Kalashnikov pun menjadi pahlawan di Rusia.

img_title Bukan Trump! Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado Raih Nobel Perdamaian 2025

Sayangnya, sekelompok teroris berhasil menjiplak temuannya itu. AK-47 tiruan itu pun digunakan untuk menyerang negara lain secara membabi-buta dan melakukan banyak kekerasan. Kalashnikov pernah berkata ke media The Guardian, 'Saya bangga dengan penemuan ini tapi saya sedih karena senjata ini digunakan oleh teroris. Saya lebih baik menciptakan perlengkapan yang bisa membantu meringankan pekerjaan para petani".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 2009, 100 juta unit AK-47 diproduksi, setengah dari jumlah tersebut merupakan hasil bajakan (tiruan). Pada umur 93 tahun dia pernah mengirimkan surat permintaan maaf kepada kepada gereja Ortodox di Rusia. Dia menyadari bertanggung jawab atas banyaknya orang terbunuh karena AK-47. Gereja pun menerima permintaan maafnya. Kalashnikov meninggal enam bulan kemudian.

img_title Trump Dicoret dari Nominasi Peraih Nobel Perdamaian 2025, Cek Faktanya!

4. Kamran Loghman - Senjata semprotan merica
Semprotan merica merupakan senjata yang tidak terlalu mematikan. Diciptakan pada 1960, bertujuan hanya untuk menjaga paket yang dibawa oleh petugas pos agar tidak digigit anjing dalam perjalanannya. FBI meningkatka kemampuan senjata ini pada 1980 dengan menggunakan oleoresin capsicum (OC) yang ditemukan Kamran Loghman. OC juga tidak terlalu mematikan, hanya sebuah senyawa yang bisa menimbulkan efek panas mirip merica namun lebih panas lima kali lipat dibanding merica dan bisa menimbulkan kebutaan sementara, kesulitan bernapas, sensasi terbakar, dan batuk-batuk.

Pada 2011, Loghman melihat temuannya itu digunakan untuk membubarkan aksi demonstrasi damai di Wall Street (Occupy Wall Street). Dia menyesali kejadian ini dan mengatakan, "Penggunaan perangkat itu di luar yang seharusnya, tidak sesuai dengan pelatihan di departemen kepolisian yang pernah saya tahu. Saya sendiri yang memberikan sertifikasi terhadap 4.000 polisi di era 1980 sampai 1990 untuk menggunakan semprotan itu. Bukan itu tujuan saya menemukan semprotan merica sebagai senjata".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kimia 2025 untuk Penemuan Kerangka Logam Organik
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut