Strategi Saratoga Kurangi Utang

Ilustrasi bursa efek.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk memutuskan mengambil kesempatan mengurangi utang dengan cara melakukan pembelian kembali obligasi tukar atau exchangable bonds (EB).

img_title Semester I-2026, Kinerja Ekspor Sido Muncul Naik 28 Persen

EB tersebut dikeluarkan salah satu perusahaan investasi perseroan, Delta Investment Hotizon Ltd, sebesar US$17,3 juta. Aksi itu dilakukan mulai Mei 2016 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Keuangan Saratoga, Jerry Ngo, mengatakan, pembelian kembali ini diikuti dengan pembatalan surat utang dari seluruh EB yang telah dibeli kembali. 

img_title Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global, EMAS Perpotensi Masuk GDX

Dengan demikian, jumlah pokok jaminan atau guaranteed exchangable bonds yang masih terutang telah berkurang dari total US$100 juta menjadi US$82,7 juta.

"Keputusan manajemen membeli kembali EB ini memberikan dampak positif kepada arus kas sebesar US$2,7 juta, serta mengurangi jumlah utang perseroan. Inisiatif tersebut mengkonfirmasi bahwa model bisnis investasi aktif Saratoga terbukti efektif dalam memonetisasi dan berinvestasi untuk perusahaan-perusahaan investasinya," kata dia, di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2016.

img_title Intraco Penta Catat Pendapatan Usaha Rp476 Miliar pada Semester I-2025

Di samping itu, Jerry mengungkapkan, pada kuartal I-2016, Saratoga berinvestasi di sektor rantai pasokan logistik dengan temperatur atau cold-chain logistic tertentu dengan mengakuisisi saham PT Mulia Bosco Logistik.

"Transaksi tersebut memberikan peluang yang sangat baik bagi Saratoga dalam membangun platform pertumbuhan uang lebih kuat di sektor cold-chain logistic," ujarnya.

Selain itu, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) Saratoga memutuskan pada pertengahan tahun 2016, perseroan akan memulai menerapkan laporan keuangan berdasarkan pernyataan database akuntansi keuangan (PSAK) 65-pengecualian konsolidasian, yang muali berlaku efektif sejak 1 Januari 2015.

"Penerapan PSAK 65 diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan akurat akan kinerja perseroan yang merefleksikan model bisnis Saratoga yang efektif dalam melalukan investasi, mendorong pertumbuhan serta memonetisasi peluang dan bagi perusahaan investasinya," tuturnya.

Dividen Pertama

Sementara itu, untuk pertama kalinya sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2013 lalu, Saratoga membagikan dividen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dividen yang dibagikan sebesar Rp32 per saham atau senilai Rp86 miliar dari total laba bersih tahun buku 2015 Rp923 miliar.

Presiden Direktur Saratoga, Michael WPSoeryadjaya, menjelaskan  keputusan yang disampaikan lewat RUPS itu merupakan komitmen perseroan dalam memberikan nilai optimal pada para pemegang saham di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut