Rezeki Ramadan, Manisnya Laba Kue Kering
- VIVA.co.id/Agustunus Hari
VIVA.co.id – Maimuna Nikolaas (66) terlihat merapikan toples-toples kosong di rak rumahnya. Meski sudah tak muda lagi, tapi semangat bekerja masih terpancar dari raut wajahnya.
"Saya baru saja menyelesaikan kue-kue pesanan dari langganan yang menjalankan paket atau kumpulan kue. Tak banyak, hanya 240 toples untuk empat orang," ujar penjual kue kering ini saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Sindulang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu, 15 Juni
2016.
Tak ada yang tersisa di rumahnya, toples berisi kue telah habis dibawa oleh pemesan. Hanya terlihat tumpukan telur berbaki-baki, terigu dan bahan-bahan lain untuk membuat kue. “Semuanya sudah dibawa, tadi malam. Tidak ada yang tersisa," katanya.
Rencananya dia baru akan memulai membuat kue lagi minggu depan, untuk memenuhi pesanan perorangan, jumlahnya hanya puluhan toples saja. “Tak banyak di bawah 100 toples. Ada juga pembeli yang menjual lagi kue ini," kata Maimuna.
Untuk Idul Fitri, pesanan sebenarnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan Natal dan Tahun Baru. Peningkatannya hanya sekitar 50 persen saja, dibandingkan dengan hari biasa.Â
Pemesanannya pun hanya sekitar Sulawesi Utara saja, seperti Manado, Minahasa Utara, Bitung dan daerah lainnya.
Dia menceritakan usahanya dimulai sejak 2004, dengan hanya membuat kue besi tindis dengan modal Rp300 ribu. Kemudian terus berkembang hingga saat ini.Â
Namun, dia mulai serius menjalani bisnisnya sejak 2011. Sebab, sebelumnya sering ke Jakarta untuk menengok anaknya di sana. Usahanya kurang diperhatikan.
Setelah ditekuni sejak 2011, pesanan membanjir dari berbagai kalangan, tidak hanya di Manado saja, dari Kotamobagu, Gorontalo, Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya.Â
“Sampai-sampai saya kewalahan menerima orderan. Meskipun sampai saat ini masih banyak yang menelepon, namun dengan terpaksa menolaknya. Saya hanya katakan mohon maaf karena sudah tidak mampu memenuhi orderan," ujarnya.
Yang paling banyak memesan adalah masyarakat yang menjalani paket. Sekali pesan bisa sampai 50-100 ukuran besar. Sedangkan untuk perorangan memesan paling sedikit tiga-10 toples besar.
Untuk membantunya bekerja, dia merekut lima orang karyawan yang berada di sekitar rumahnya. Mereka bertugas membuat adonan saja, sedangkan bahan-bahannya berasal darinya.Â