Siapkah si Kecil Masuk Sekolah?
- Pixabay/KokomoCole
VIVA.co.id – Tiga hari lagi tahun ajaran baru akan dimulai. Jauh sebelum kelas baru dimulai, Noor sudah disibukkan dengan literatur sekolah. Sederet daftar sekolah ia telusuri sebelum akhirnya memilih sebuah sekolah di bilangan Jakarta Selatan.
Ibu rumah tangga 33 tahun yang sehari-hari juga disibukkan dengan urusan bisnisnya ini tidak mau main-main memilih sekolah yang bakal bertahun-tahun menjadi tempat sang buah hati menuntut ilmu.
"Sekolah ini sesuai dengan apa yang kami harapkan untuk anak kami, anak bisa belajar sambil bermain," kata Noor yang memiliki anak berusia tiga tahun.
Tak hanya memilih sekolah, Noor pun menyiapkan mental gadis ciliknya agar siap memasuki bangku sekolah. Sejak awal ia telah mengenalkan sang buah hati dengan berbagai permainan dan aktivitas out door, sehingga meski tidak duduk di kelas play group secara formal, ia yakin mental sang buah hati cukup mumpuni ketika masuk dunia sekolah nanti.
Namun tidak sedikit anak yang takut melaju dari lingkungan keluarga menuju lingkungan baru, tempat anak-anak belajar banyak hal baru dan bertemu dengan beragam karakter tanpa ditemani orangtua yang selama ini dianggap sebagai 'pahlawan'.
Karena itu, peran orangtua dibutuhkan untuk menyiapkan mental anak memasuki sekolah usia dini. Seorang anak yang dilatih siap menghadapi dunia pendidikan akan mampu beradaptasi dan menjadi diri sendiri di lingkungan baru. Sebaliknya, anak yang tidak disiapkan mentalnya akan rendah diri dan malas untuk ke sekolah, karena takut dengan 'dunia' barunya.
Psikolog Rose Mini menuturkan sebenarnya orangtua tak perlu memaksakan diri memasukkan anak-anak mereka yang masih berusia balita (bayi di bawah lima tahun) untuk segera mengenyam pendidikan di sekolah. Rose juga mengatakan, orangtua bisa memberikan stimulasi awal sebelum anaknya masuk sekolah di rumah.
"Memasukkan anak sekolah secara teoritis usia balita juga tidak sekolah tidak apa-apa. Asal ibu atau orangtuanya bisa ngasih stimulasi yang ada di sekolah di dalam rumah," ucap Rose.
Rose pun menyarankan orangtua tak terburu-buru memasukkan anaknya ke preschool atau sekolah pada tahun ajaran baru yang akan dimulai 18 Juli 2016. Orangtua harus menyiapkan segala keperluan sang anak, baik kesiapan mental dan kemampuan sang anak.