Pria Ini Taklukkan Bisnis Uber di China

Founder and CEO Didi Kuaidi, Cheng Wei.
Sumber :
  • Reuters/Jason Lee

Pada 2013 pula, Didi memperkukuh posisinya sebagai raksasa e-Commerce bidang tansportasi online mendapatkan suntikan modal dari Tencent, untuk melawan rivalnya Kuaidi Dache yang kala itu disokong oleh Alibaba. 

img_title Tiga Layanan Baru Grab Pasca Uber Dicaplok

Ratusan juta dolar dikeluarkan oleh kedua perusahaan transportasi online itu untuk subsidi bagi para penumpang dan memberikan driver-driver-nya bonus.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awal tahun lalu, Didi dan Kuaidi bergabung dan mengakhiri peperangannya, dan kemudian melakukan transpformasi kembali menjadi Didi ChingXing. 

img_title Nahas, Keluar dari Indonesia 5 Negara Ini Tolak Uber

Uber di China, terus mengalami perkembangan, setelah pada akhir 2014, mendapat kan suntikan modal dari Baidu. Penumpang dan driver-nya diberi bonus yang besar, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan lokal. 

Namun, pada akhirnya, Didi berhasil mencaplok uber, setelah memperoleh dukungan dari Apple. Bagi Cheng, duduk di janjaran direksi Uber, memiliki arti yang besar. Hal itu membuktikan bahwa perusahaan asing bidang e-Commerce di tanah China, tidak akan menang dengan perusahaan lokal.  (asp)

img_title Deretan Ojol Selain Gojek dan Grab, Begini Nasibnya
Pendiri Alam Sutera The Ning King

Kisah The Ning King yang Tutup Usia, dari Penjual Tekstil Jadi Konglomerat Properti Raksasa Alam Sutera

The Ning King, pendiri Argo Manunggal Group dan pendiri Alam Sutera, wafat di usia 94 tahun. Ia memulai karier dari bisnis tekstil kecil hingga menjadi konglomerat.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut