Nama Soekarno Sangat Tersohor di Pakistan
- Viva.co.id/Ikhwan Yanuar
Ketika lebaran, Jakarta kosong karena semua orang pulang kampung. Saat itu kita baru bisa mengetahui berapa jumlah sebenarnya orang Jakarta, semua jadi normal kembali. Jadi menurut saya kita menghadapi permasalahan yang sama dan ini adalah sebuah dampak dari modernisasi.
Dengan ekonomi di urban area, orang orang mulai berpindah ke tempat tempat ini untuk mencari pekerjaan. Jadi pemerintah mencoba untuk meningkatkan fasilitas di wilayah pedesaan, mencoba membangun jalan dari sawah ke pasar, sehingga petani punya akses mudah ke kota, kemudian fasilitas air gas di area mereka disediakan sehingga mereka tidak pindah kota jika punya kondisi ekonomi di kampung itu baik. Memberikan pendidikan yang baik supaya mereka mengerti. Kita punya permasalahan yang sama.Â
Sebenarnya apa perbedaan antara Muslim di Indonesia dan Pakistan?Â
Kami punya banyak kesamaan Indonesia dan Pakistan terutama karena sama sama negara Muslim. Kita juga pergi ke Mesjid, dan menghadiri pertemuan-pertemuan sosial. Tapi di Indonesia perkembangan Muslimnya lebih agresif dan liberal dibanding Pakistan. Contohnya, perempuan di Indonesia bisa pergi ke Mesjid untuk sembahyang sedangkan di Pakistan tidak boleh, hanya boleh laki laki. Namun di beberapa kota memang sudah ada seperti di Islamabad, tapi ini bukan sesuatu yang populer di sana. Misalnya Ramadan di Indonesia, banyak perempuan ke mesjid untuk tarawih, tapi di Pakistan tidak ada.
Indonesia toleransinya lebih tinggi. Mereka tidak cepat marah, Pakistan lebih cepat marah. Ini adalah sosial budaya yang berbeda, mungkin karena cuaca. Di pakistan cuacanya bisa mencapai 46-48 derajat, bahkan di beberapa bisa 50-51 jadi siapapun bisa 'crazy.' Tapi pada dasarnya semua sama, mereka biasa menggunakan hijab di pakistan sama seperti di Indonesia. Di wilayah pedesaan, orang lebih konservatif sama seperti di Pakistan. Kalau di kota lebih maju, di kampung lebih terbelakang. Jadi banyak kesamaan. Indonesia lebih toleran.
Pakistan telah belasan tahun mengalami masalah dengan kelompok konservatif, bahkan kelompok militan. Saat ini kelompok militan Taliban adalah yang paling sering memunculkan serangan dan teror di Pakistan. Kepada Viva, Dubes Aqil juga tak menolak membahas soal Taliban di Pakistan.