Kuartal III 2016, Produksi Minyak Blok Cepu Naik 64 Persen

Seorang petugas berjaga di lapangan minyak Blok Cepu di Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jatim
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo

VIVA.co.id – PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha PT Pertamina membukukan kenaikan produksi minyak (net to share) secara signifikan sebesar 64 persen hingga kuartal III 2016, menjadi 74 ribu barrel oil per day (BOPD) dibandingkan kuartal III 2015 sebesar 45 ribu BOPD. 

img_title Lifting Migas RI 2021 Anjlok, Menteri ESDM Bongkar Penyebabnya

Sebagai informasi, Pertamina EP Cepu memiliki hak partisipasi sebesar 45 persen di Blok Cepu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Adriansyah, peningkatan net to share minyak bagi PEPC tersebut ditopang kenaikan produksi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang melebih target 165 ribu barel per hari.

img_title Menkeu Tak Mau Alasan Produksi Migas Defisit Saat Transisi Energi

Peningkatan produksi juga ditopang fasilitas produksi utama (central production facilities/CPF) dan kolam penampungan (reservoir) yang bekerja dengan sangat baik.

“Capaian produksi ini melampaui rencana kerja kami tahun ini, bahkan kami diminta untuk menaikkan produksi minyak menjadi 200 ribu BOPD untuk Blok Cepu atau sekitar 78 Ribu BOPD untuk PEPC,” ujar Adriansyah dikutip dari keterangan resminya, Selasa 18 Oktober 2016. 

img_title Kuartal III-2021, Subsektor Migas Setor Rp81,90 T ke Kas Negara

Seperti diketahui, lapangan migas Banyu Urip Blok Cepu menjadi salah satu andalan pemerintah dam mengejar target produksi minyak siap jual (lifting). Dalam APBN 2016, produksi dari blok ini ditargetkan hanya 161 ribu barel per hari, namun targetnya terlewati. 

Pemerintah memproyeksikan produksi minyak dari Blok Cepu tahun depan mencapai 200 ribu BOPD untuk menopang pencapaian target lifting sebesar 815 ribu BOPD.

Adriansyah berharap PEPC menjadi bagian dari cita-cita besar PT Pertamina menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Kemitraan dengan perusahaan energi kelas dunia seperti ExxonMobil Corp turut menunjukkan PEPC sebagai entitas bisnis yang memiliki reputasi tinggi dan profesional.

“Pengembangan lapangan migas di Blok Cepu diharapkan dapat mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional dan mengangkat Indonesia kembali menjadi produsen migas yang diperhitungkan di dunia internasional,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adriansyah juga menjelaskan, ke depan pengembangan yang dilakukan di Blok Cepu tidak lagi pada produksi minyak, namun gas. Pengembangan yang dilakukan antara lain Lapangan Jambaran-Tiung Biru yang ditargetkan on stream pada 2019. 

Apalagi, PEPC dipercaya sebagai operator pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biro dengan  kapasitas desain produksi sebesar 330 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). “Saat ini kegiatan early civil work sudah berlangsung,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut