Tips Berlibur Tanpa Habiskan Seluruh Tabungan
- Halomoney.co.id
VIVA.co.id – Bisa berlibur di akhir tahun dengan tenang dan nyaman, tentu menjadi impian semua orang. Tapi apa jadinya, jika setelah liburan uang tabungan Anda meleleh habis tak tersisa. Akibatnya, setelah liburan, Anda bukan memiliki semangat baru, tetapi justru mengalami kesulitan finansial.
Kesalahan ini tidak perlu terjadi, jika Anda selalu menambah pengetahuan finansial. Sebab itu, Halomoney.co.id kembali mengingatkan kesalahan finansial ini, agar tidak berulang dan menimpa keuangan para moneysavers.
Menurut Managing Director Halomoney.co.id, Jay Broekman, untuk berlibur di akhir tahun, Anda tidak perlu menguras seluruh isi tabungan Anda. Selama berlibur, atau berada di luar negeri, Anda justru harus pintar-pintar menggunakan uangmu, agar tidak tekor.
Berikut ini tips keuangan dari Jay Broekman jika Anda ingin berlibur ke luar negeri dengan menggunakan uang tabungan yang telah susah payah kamu kumpulkan.
1. Bijak dengan uang tabungan
Memang, banyak orang menabung untuk maksud tertentu yang berjangka pendek. Misalnya, untuk berlibur ke luar negeri, atau menonton konser band kesukaan di luar negeri. Setelah uang tabungan terkumpul, Anda dapat menggunakan uang tabungan itu sesuai dengan yang Anda rencanakan.
Tetapi, menghabiskan seluruh tabungan yang telah Anda kumpulkan dengan susah payah untuk liburan bukan tindakan yang bijak. Sebaiknya kamu tetap mengalokasikan minimal 20 persen untuk tujuan yang lain. Misalnya, untuk dana darurat selama Anda berlibur. Setelah liburan selesai, jika dana darurat ini tidak digunakan, Anda bisa menggunakannya untuk keperluan lain, seperti berinvestasi.
2. Membawa uang tunai secukupnya
Selama di luar negeri, sebaiknya Anda membawa uang tunai seperlunya saja. Uang tunai digunakan untuk membayar keperluan kecil di toko, atau merchant (toko) kaki lima yang tak memiliki fasilitas pembayaran kartu kredit.
Misalnya, jika Anda berada di Singapura, lebih asyik jika sarapan pagi di kedai-kedai melayu yang ada di kawasan pertokoan. Sayangnya, kedai-kedai semacam ini tidak menyediakan mesin transaksi dengan kartu kredit, melainkan hanya dengan uang tunai.
Anda bisa menghitung sendiri kebutuhan uang tunai selama di luar negeri. Uang tunai ini disesuaikan dengan lamanya Anda berada di luar negeri. Semakin lama Anda berada di luar negeri, siapkan uang tunai lebih banyak.