Suparmanto, Pencipta Kompor Batik Listrik Mendunia
- VIVA.co.id/Daru Waskita
Bahkan, menurut penuturan Nova, dia sempat mengirim kompor batik ke Australia untuk kepentingan pembelajaran. Produk-produk Astoetik yang dikembangkan Nova pun banyak diakui manfaatnya dan mendapatkan banyak apresiasi. Bahkan sembilan penghargaan pun telah disabet baik itu dari dalam maupun luar negeri.
"Untuk harga kompor listrik dari bahan gerabah mencapai Rp325 ribu per unitnya, kompor plat besi Rp290 ribu per unitny dan kompor cap sebesar Rp1,1 juta per unitnya," ujarnya.
Hastono Adi, karyawan di bidang riset dan pengembangan membeberkan, untuk kompor dari bahan tanah liat itu, perusahaannya bekerjasama dengan perajin tanah liat kasongan. Kompor dari tanah liat itu pun biasanya banyak disukai para pembatik karena bentuknya tradisional.
"Untuk perajin batik dalam negeri banyak yang suka kompor listrik dari tanah liat. Bentuknya tradisional," ujarnya.