Gara-gara Kartun, Uber Ingin Sediakan Transportasi Udara

Konsep layanan on demand udara Uber
Sumber :
  • Reuters/Uber/Handout

VIVA.co.id – Sebagai perusahaan pemesanan transportasi online, Uber telah berpengalaman melayani penumpang di daratan. Tak hanya puas menyediakan layanan transportasi online di darat, Uber ingin menyediakan pemesanan transportasi untuk jalur udara.

Niatan Uber itu muncul lantaran terinspirasi sebuah tayangan kartun populer pada 1962 di Amerika Serikat, yaitu The Jetsons. Kartun tersebut menceritakan tentang kehidupan masa depan, termasuk adanya kendaraan terbang yang memungkinkan semua orang untuk menggunakannya.

Dalam sebuah dokumen yang dirilis oleh Uber, sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat 28 Oktober 2016, perusahaan yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat itu membayangkan, di masa depan nanti, ada pesawat kecil yang bisa lepas landas secara vertikal. Dan, pesawat tersebut akan menghampiri penumpangnya dalam hitungan menit untuk membawa ke tempat tujuan.

Bahkan, Uber berhasrat transportasi jalur udara itu tak berawak. Seperti diketahui, beberapa perusahaan teknologi terkemuka di global baru mengembangkan mobil otonomi dan memang sejauh ini belum resmi dikomersialkan.

Mengenai transportasi udara, Uber sebenarnya sudah melakukannya dengan Uber Chopper, yaitu layanan transportasi yang menggunakan helikopter. Layanan tersebut sempat hadir di Indonesia, namun masih dalam tahap uji coba saja.

Uber menuturkan, pesawat nirawak yang diinginkan yaitu menyerupai pesawat yang selama ini dikembangkan para pembuat pesawat, militer, Badan Antariksa AS (NASA), hingga Federal Aviation Administration (FAA). Yakni berupa pesawat yang lepas landas dan mendarat secara vertikal atau vertical takeoff and landing aircraft (VTOL).

Dalam dokumen tersebut, Uber mengatakan, layanan on demand penerbangan bila terealisasi, maka tarifnya akan terjangkau dan dapat dicapai dalam dekade berikutnya. Terlebih, kata mereka, layanan tersebut bermanfaat bagi wilayah perkotaan.

"layanan on demand penerbangan dengan konsep VTOL yang dikendalikan, bisa mengambil alih beban kerja utama yang dipikul oleh pilot. Pada akhirnya, pesawat akan beroperasi secara otomatis," ucapnya.

Generasi Milenial Lebih Suka Gojek Ketimbang Grab

Meski demikian, kehadiran layanan penerbangan itu tentunya harus berkolaborasi antara regulator, masyarakat, dan juga produsen agar bisa terealisasi dengan segera.

Saat ini, Uber berencana untuk menjangkau para pemangku kepentingan dalam enam bulan ke depan untuk mengeksplorasi transportasi udara ini di perkotaan.

Mau Jadi Driver Grab Harus Punya Lisensi, Biayanya Cuma Rp300 Ribuan
Layanan Uber.

Nyerah karena COVID-19, Aplikasi Transportasi Online Pilih PHK Massal

Aplikasi transportasi online itu PHK 3.700 karyawan.

img_title
VIVA.co.id
7 Mei 2020