Bos Adaro Yakin Kinerja Perusahaan Membaik

Ilustrasi/Aktivitas pekerja tambang batubara di Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

VIVA.co.id – PT Adaro Energy Tbk optimistis, kinerja perusahaan ke depannya akan meningkat dengan adanya kenaikan harga batu bara. 

img_title Mantan Karyawan Amman Mineral Nusa Tenggara Protes Kebijakan Rekrutmen, Ancam Gelar Aksi!

Seperti yang diketahui, Kementerian ESDM telah menetapkan harga batu bara acuan (HBA) pada November 2016 sebesar US$84,89 per ton atau mengalami kenaikan 23 persen dibandingkan posisi Oktober 2016 sebesar US$69,07 per ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan kenaikan harga yang kita lihat di pasar, untuk Adaro, saya optimis performance ke depan akan lebih baik, tapi kuncinya efisiensi," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi "Boy" Tohir, di Tempo Scan Tower, Jakarta, Senin 7 November 2016. 

img_title Ini Penyebab Ledakan Dahsyat di Tambang Batu Bara Iran yang Menewaskan 51 Pekerja

Ia mengatakan,  telah melakukan berbagai antisipasi dan efisiensi semenjak anjloknya harga batu bara beberapa periode belakangan ini. Efisiensi terus dilakukan agar perusahaan dapat bertahan jika sewaktu-waktu harga batu bara kembali anjlok di level yang lebih rendah. 

"Kita sudah berupaya sedemikian rupa, untuk menekan cost dari produksi kita. Dengan cara efisiensi segala macam. Bahkan tiga, empat  tahun kita terus melakukan segala bentuk efisiensi," katanya menambahkan. 

img_title Ledakan Tambang Batu Bara Sebabkan 51 Orang Tewas di Timur Laut Iran

Boy mengaku masih melihat bahwa harga jual batu bara masih bersifat fluktuatif, artinya tidak selalu berkelanjutan dengan harga yang tinggi. Naik turunnya harga batu bara tergantung kepada suplai dan permintaan.

Salah satu yang paling berpengaruh saat ini, menurut Boy adalah kebijakan pengurangan jam kerja di China. Selain itu, juga ada beberapa tambang-tambang kecil di China yang tidak ditutup. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga terjadi kekurangan suplai sebanyak 300 juta ton, itu yang menentukan (naiknya harga), dan itu yang menyebabkan harga begitu fluktuasi. Tapi yang pasti karena kita cukup efisien, ya Alhamdullilah, saya yakin ke depan performance Adaro akan lebih baik."

(mus) 

Petrosea Tbk (PTRO)

PTRO Berhasil Mengantongi Kontrak Tambang Batu Bara Senilai Rp9,3 Triliun

PTRO berhasil mengantongi dua kontrak jasa tambang batu bara senilai Rp9,3 triliun dari PBC dan CBP, anak usaha SINI, dengan proyek di Kalimantan Tengah.

img_title
VIVA.co.id
12 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut