Pesan Penting Desainer ke Pengajar Tata Busana

Desainer Deden Siswanto
Sumber :
  • Viva.co.id/Linda Hasibuan

VIVA.co.id – Menjadi seorang pengajar di bidang Tata Busana memang menyenangkan. Kendati demikian, untuk menghasilkan para lulusan terbaik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, khususnya bagi para pengajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang tata busana.

Soal Paris Fashion Week, Nikita Mirzani: Bisnis Pakai Etika

Menurut desainer Deden Siswanto, para pengajar tata busana harus berpikir ke depan. Para pengajar, kata dia, harus melek fesyen guna menambah wawasan mengajar.

"Pesan saya kepada para pengajar tata busana, yakni harus memotivasi supaya si murid bisa berpikir ke depan, tidak di zamannya. Para pengajar pun harus melek fesyen untuk menambah wawasan," ujar Deden kepada VIVA.co.id saat ditemui di Kudus, Jawa Tengah, Kamis, 17 November 2016.

Kritik Rombongan Paris Fashion Week, Wanda Hamidah: Bukan iri

Dia menuturkan, para pengajar juga harus berpikir kekinian, meski ingin menggabungkan unsur lama. Dengan demikian, hasil yang didapat tidak terlihat ketinggalan zaman atau tren.

Kendati demikian, menurutnya, tidak mudah mengubah pola pikir seseorang, para pengajar juga harus realistis dan optimistis terhadap sesuatu yang mereka ajarkan kepada muridnya. Hal lainnya, para pengajar juga harus bisa berkreasi dengan mencari inspirasi dari berbagai sumber untuk menciptakan minat fesyen yang kekinian.

Selebgram Petrick Sutrisno Luapkan Kekesalan di Instagram, Kenapa?

Dan meski berpatokan pada kurikulum, satu hal yang harus dihindari, jangan memaksakan selera fesyen pengajar kepada muridnya. Itu karena adanya perbedaan generasi.

"Justru adanya kurikulum jangan menjadi kaku sekalipun isinya baku. Para pengajar harus berpikir kreatif. Misalnya, untuk mengembangkannya bisa diedukasi pada waktu ekstrakurikuler agar ilmu yang didapat tidak stuck di tempat," kata dia.

House of Liza

Wujudkan Pernikahan Impian Penuh Pesona Tradisional Bersama House of Liza

Pergantian nama Sanggar Liza jadi House of Liza tidak sekadar perubahan identitas, tetapi juga mencerminkan semangat rumah besar yang memelihara dan menghormati tradisi

img_title
VIVA.co.id
30 Januari 2024